Kumpulan Berita
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatatkan posisi utang pemerintah Indonesia hampir Rp10.000 triliun, tepatnya mencapai Rp9.920,42 triliun per akhir Maret 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar Rp282,52 triliun dibandingkan posisi pada Desember 2025 yang tercatat senilai Rp9.637,9 triliun.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatatkan posisi utang pemerintah Indonesia hampir Rp10.000 triliun, tepatnya mencapai Rp9.920,42 triliun per akhir Maret 2026.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan melaporkan posisi utang pemerintah Indonesia hampir Rp10.000 triliun.
Angka ini setara 22,3 persen dari total target pembiayaan utang dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp832,2 triliun.
Penyebabnya adalah aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap baiknya kepercayaan investor
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim posisi utang negara mencapai Rp9.637,90 triliun per 31 Desember 2025 masih tergolong dalam batas wajar dan aman.
Posisi utang pemerintah Indonesia per 31 Desember 2025 tercatat mencapai Rp9.637,90 triliun. Angka ini setara dengan 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Bank Indonesia (BI) memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski Moody?? s menurunkan outlook utang menjadi negatif