Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bilik Sterilisasi, Cara Instan Menepis Virus Corona

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 19:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 25 620 2188953 bilik-sterilisasi-cara-instan-menepis-virus-corona-efNgyuDKIl.jpg

Netizen julid pernah dibuat heboh ketika pihak Istana Negara memasang bilik sterilisasi berisi disinfektan di area penerimaan tamu presiden.

Sumber keributan dari bilik berukuran sekira 1x1×2 meter ini karena sebulan lalu masih tergolong benda eksklusif. Sampai-sampai sebuah komunitas penggalangan dana sosial membuat program donasi untuk membeli bilik sterilisasi.

Sensitivitas pemimpin daerah nyatanya lebih tinggi. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membeli beberapa bilik sterilisasi yang bakal diletakkan di beberapa titik keramaian. Ia mengklaim, dalam sehari bilik berisi cairan alkohol 70 persen itu mampu menyemprot 1.000 orang.

Pasien terinfeksi corona

(Baca Juga: Viral Ruang Sterilisasi Antisipasi Corona Buatan Kampus di Surabaya)

Warga yang ingin di-disinfeksi cukup masuk ke dalam bilik berbentuk kamar (body sterilization chamber) dalam waktu 18 detik. Cairan alkohol keluar berupa uap. Jika bilik yang digunakan berbentuk serupa terowongan (body sterilization tunnel), alkohol langsung dikeluarkan dari bagian tangki berupa zat cair.

(Baca Juga: Profesor China Prediksi Pandemi Virus Corona Bisa Bertahan 2 Tahun)

Meski efektivitas bilik ini tengah dalam pengujian, Bu Risma, panggilannya, kian harum namanya berkat pengadaan bilik sterilisasi dan tentu saja kepeduliannya kepada warga Kota Pahlawan dalam menyediakan kebutuhan untuk menghadapi virus Corona (COVID-19).

(Baca Juga: Cegah Corona, Bilik Steril Dipasang di Pintu Masuk Kantor Polisi)

Kepopuleran bilik sterilisasi di tengah pandemik COVID-19 kian membumbung. Di balik pengumuman para pejabat negara, pejabat daerah, dan kepala lembaga yang terpapar virus corona, muncul sebuah kebutuhan baru. Kementerian dan lembaga negara mulai mengalokasikan pengadaan bilik sterilisasi bersama alat kesehatan lainnya, seperti cairan disinfektan, hand sanitizer, masker, gun thermometer sampai multivitamin.

Walaupun kebijakan bekerja dari rumah (work from home) diberlakukan per 16 Maret 2020 hingga awal April 2020, kegiatan birokrasi dan pelayanan publik dinilai harus tetap terlaksana secara langsung. Lantaran pemikiran tersebut, kemunculan bilik sterilisasi seperti menjawabnya. Layanan tatap muka nantinya bisa terlaksana lagi dengan jaminan semprotan 'sakti' disinfektan.

Permintaan pembuatan bilik sterilisasi tidak bisa dianggap hanya berkutat di industri kecil. Jika Istana Negara hanya mampu memesan satu set, Bu Risma sudah ingin menempatkan bilik di tempat umum se-Kota Surabaya. Setidaknya ada 31 bilik yang dibutuhkan untuk ditempatkan di setiap kecamatan.

(Baca Juga: 2 Bilik Sterilisasi Dipasang di Bandara Juanda Cegah Covid-19)

Bahkan grup filantropi Dompet Dhuafa akan menyumbangkan 1.000 bilik sterilisasi di lingkungan yang membutuhkan. Masifnya gerakan pengadaan bilik sterilisasi memang terdorong oleh pemberitaan media tanpa menilik lagi kalibrasi alat ini dalam melumpuhkan virus.

Sebutan dalam virus corona

Semuanya berbasis bisnis. Bermunculanlah produsen bilik sterilisasi yang menawarkan ke berbagai instansi. Ada dari grup BUMN, seperti IT Telkom dan PT. Pindad hingga suplier swasta. Banderol bilik sterilisasi sekira Rp 10 juta-Rp 15 juta dinilai masih masuk pagu anggaran. Dibandingkan risiko terpapar COVID-19, disemprot disinfektan setiap hari lebih dinilai aman.

(Baca Juga: Penelitian Terbaru, Penderita Corona COVID-19 Kehilangan Rasa di Lidah)

Rasa nyaman dan aman kala suasana genting memang membawa manusia selalu cenderung mengambil keputusan cepat. Bilik sterilisasi dianggap mampu menjawab keraguan atas kondisi steril yang diharapkan saat wabah penyakit melanda. Setelah COVID-19 berlalu, kemanakah bilik-bilik sterilisasi itu berlabuh?

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini