Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benarkah Letusan Gunung Krakatau Pisahkan Jawa dan Sumatera? Ini Faktanya

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 11 April 2020 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 11 620 2197601 benarkah-letusan-gunung-krakatau-pisahkan-jawa-dan-sumatera-ini-faktanya-Akm2FbKuBK.jpg Ilustrasi erupsi gunung. (Foto: Susi Air)

JAKARTA -  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM meluruskan sejarah, yang menyebut bahwa letusan Gunung Krakatau pernah jadi pemisah antara Pulau Jawa dan Sumatera pada 535 Masehi. Menurut PVMBG, ada yang keliru dari informasi tersebut.

"Enggak itu, ada yang keliru. Ada yang perlu diluruskan. Jadi sejarah erupsi Gunung Krakatau itu, jauh lebih tua dari itu, bukan ratusan ribu tahun, bukan abad, sebelum ada manusia itu mungkin," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api dari PVMBG, Hendra Gunawan saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (11/4/2020).

Dibeberkan Hendra, pemisahan antara Pulau Jawa dan Sumatera terjadi pada masa lampau, bahkan jauh sebelum Masehi. Sebab, bersatunya daratan Sumatera dan Jawa terjadi sebelum masehi.

"Dan itu juga posisinya sudah jadi lautan dulu itu juga. Karena kalau posisi Jawa dan Sumatera bersatu itu lebih tua lagi, jutaan tahun itu," ujarnya.

Oleh karenanya, ditekankan Hendra, letusan Gunung Krakatau tidak penah menjadi penyebab berpisahnya Pulau Jawa dan Sumatara. Pulau Jawa dan Sumatera terpisah atau sudah ada sebelum munculnya Gunung Krakatau. 

Baca juga: BMKG Pastikan Suara Dentuman di Jabodetabek Bukan dari Gempa Tektonik

"Jadi tidak tepat kalau dibilang letusan yang tahun 500 yang lalu itu mengakibatkan pemisahan Sumatera dan Jawa. Itu lebih tua lagi itu," ujarnya. 

Dijelaskan Hendra, pulau Jawa dan Sumatera terpisah bukan karena letusan Gunung Krakatau, melainkan akibat adanya aktivitas lempengan di dalam bumi. Dinamika tektonik lempeng di dalam bumi yang menciptakan terjadinya Pulau Jawa dan Sumatera.

Gunung Anak Krakatau. (Foto: BNPB)

"Oh bukan, bukan (karena letusan Gunung Krakatau). Jadi Itu akibat dinamika tektonik lempeng yang memisahkan Pulau Sumatera dan Jawa. Jadi bukan karena krakatau," beber Hendra.

"Jadi itu lempengnya sobek di antara Jawa dan Sumatera, sehingga yang sobek bagian utara menjadi Sumatera ke atas, dan yang bagian selatan timur, menjadi pulau Jawa. Nah Krakatau muncul di tengah-tengah, tapi setelah pemisahan itu," sambungnya. 

Merujuk dari berbagai sumber, Gunung Krakatau pernah memisahkan daratan yang membentuk pulau Jawa dan Sumatera pada 535 Masehi. Letusan itu juga membentuk adanya selat sunda yang memisahkan pulau Jawa dan Sumatera.

Namun, informasi itu telah diluruskan oleh PVMBG. Pemisahan Jawa dan Sumatera terjadi karena adanya tumbukan lempeng Indo-Australia ke Euro-Asia. Hal itu menyebabkan terbukanya celah di dalam bumi. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini