Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beralihnya Dakwah Menuju Era Live Streaming di Tengah Wabah Corona

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 17 April 2020 00:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 620 2200454 beralihnya-dakwah-menuju-era-live-streaming-di-tengah-wabah-corona-fCvz4tb8T8.jpg

INSTAGRAM @aagym setiap hari mengunggah meme informasi kajian secara live streaming. Kolaborasi para ustadz untuk syiar dakwah Islam makin progresif melalui berbagai kanal media sosial.

Fenomena kajian live streaming kira-kira terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Dirintis oleh sejumlah komunitas kajian keislaman yang terbatas, kini merambah komunitas masyarakat yang aktif di dunia maya. Kepopuleran kajian live streaming menghasilkan sosok ustadz muda khas milenial, seperti Hannan Attaki, Taqy Malik sampai Evie Effendi.

Tak mau kehilangan momen, penyesuaian medium dakwah otomatis dilakukan para ustadz senior. Sebut saja KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym, Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat, Buya Yahya sampai Gus Miftah.

Gus Mus dakwah

Beralihnya cara syiar agama rupanya bukan hanya cocok dengan kesan kekinian, tapi juga membuka segmen baru dakwah. Hal ini terbukti dari jumlah followers Instagram Aa Gym yang mencapai 5,4 juta. Melihat potensi tersebut, tak heran kalau pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini rajin live streaming hampir setiap hari.

(Baca Juga : COVID-19 Menjinak, Peneliti Ingatkan Gejalanya Tak Lagi Batuk)

Kesuksesan berdakwah online juga direngkuh oleh ustadz Abdul Shomad. Berbagai kanal media sosial dirambahnya, yakni di Twitter lewat akun @tafaqquhonline dan juga di YouTube melalui akun Tafaqquh Video.

Ustadz Abdul Shomad bahkan disebut sebagai ustadz dengan jutaan umat di media sosial. Sekira 1,5 juta pengikut di Facebook, 3,1 juta di Instagram @ustadzabdulshomad_official, 461.272 subscribers di YouTube, dan 12.300 di Twitter. Dari jumlah video dakwah yang ditonton pun sudah tembus lebih dari 66,6 juta kali.

abdul Somad dakwah

Kedua ulama ini termasuk contoh sukses memanfaatkan teknologi untuk berdakwah. Lantaran sudah menahbiskan diri sebagai influencer dakwah di media sosial, ketika pandemi virus Corona yang membatasi gerak serta berkumpulnya massa, dakwah mereka tak terpengaruh.

(Baca Juga : Humor Gus Dur: Suwuk, Gus Dur Ahlinya)

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ainul Yaqin menilai perkembangan dakwah via live streaming di media sosial merupakan proses kemajuan syiar dakwah.

"Ada atau tidaknya pandemi virus Corona sebenarnya tak terlalu berpengaruh pada tausiyah live streaming. Sebab pasti terjadi sebuah masa dimana salah satu ikhtiar membumikan Alquran dan Sunah Nabi melalui ajakan kebenaran, lewat berbagai media sosial melalui tausiyah live streaming," ujar Ustadz Ainul kepada Okezone, Jumat (17/4/2020).

(Baca juga : Bintang Tsurayya Muncul, Tanda-Tanda Wabah Corona Berakhir?)

Pandemi virus corona, terangnya, adalah sebuah keadaan atau musibah yang menunjukkan pentingnya media baru dalam dakwah. Meski dituntut menjaga jarak atau physical distancing, tidak ada alasan bagi urusan dakwah atau mencari ilmu agama.

"Dakwah bisa juga tetap berjalan tanpa terhalang pertemuan langsung, yang pada saat ini harus kita hindari, demi pencegahan dan kemaslahatan, sesuai anjuran Baginda Nabi Muhammad SAW,"ulas Ustadz Ainul.

Sejatinya, ujar Ustadz Ainul Yaqin, fenomena tausiyah live streaming atau dakwah digital ini adalah sebuah terobosan baru.

"Betapa sesungguhnya Allah SWT telah memberikan jalan keluar yang sangat revolusioner, hadirnya media digital dan media sosial menjadi penunjang dari sebuah hubungan antar manusia, media penghubung yang tak terbatas ruang dan waktu. Ini sangat bermanfaat di masa pandemi virus corona."

Fungsi dakwah sebagai penyebar pesan kebaikan bagi umat juga tampil maksimal dengan pemilihan tema sesuai dengan kondisi terkini. Pemilihan tema tentang kesabaran dan keikhlasan menghadapi musibah di tengah pandemi virus Corona dinilai Ustadz Ainul sebaiknya menjadi pilihan para pendakwah serta ulama.

"Oleh karena itu tema-tema membangkitkan semangat ibadah dan semangat saling mencintai sesama, peduli sesama manusia juga penting. Tema memperbaiki diri dengan bertobat pada Allah, meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah juga penting dalam menghadapi wabah Corona ini," ujar Ustadz Ainul.

(Baca Juga : Kisah Mualaf, Calon Perawat Cantik Masuk Islam setelah Baca Al-Qur'an)

Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Sunyoto Usman mengamini jika tausiyah live streaming harus punya konteks isu aktual.

"Tema yang bagus untuk tausiyah live streaming saat ini, antara lain tema untuk bersikap tabah dan sabar dalam menghadapi wabah virus Corona. Tema yang banyak referensinya dalam Alquran dan hadist," terang Sunyoto.

Selain itu, ujar dia, juga perlu ada pembahasan masalah ikhtiar menghadapi wabah virus Corona baik yang terkait dengan ikhtiar kuratif (pengobatan) maupun preventif (pencegahan). Masyarakat, lanjutnya, juga perlu tema-tema yang menenangkan dan menyejukkan di tengah kecemasan menghadapi wabah Corona.

(Baca Juga : Peneliti Ingatkan Bahaya Gelombang Kedua Pandemi COVID-19)

"Selama ini justru informasi lewat media sosial yang sering menebar kecemasan karena disampaikan secara cepat, spontan dan menjangkau wilayah yang luas. Padahal sering sulit dikonfirmasi, makanya perlu tausiyah yang menyejukkan hati," terang Sunyoto.

Ia menganalisa minat terhadap tausiyah live streaming bukan hanya karena tema-temanya yang dianggap menarik di tengah wabah corona. Sosok para ustadz atau ulama turut menjadi acuan umat. "Sebagian jamaah memang punya idola ustadz-ustadz. Kalau materi tausiyah live streaming biasanya aktual dan lebih ringan. Materi yang lebih serius biasanya lebih dibahas saat tausiyah tatap muka," kata Sunyoto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini