Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Dukhan pada 15 Ramadhan, Sekjen MUI Ingatkan Kiamat Kecil

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 07 Mei 2020 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 620 2210470 heboh-dukhan-pada-15-ramadhan-sekjen-mui-ingatkan-kiamat-kecil-9sqibFnE1T.jpg Ilustrasi Hari Kiamat (Foto: NASA)

Dunia maya tengah dipenuhi hiruk pikuk pembahasan tentang kabar pada 15 Ramadhan atau Kamis 7 Mei 2020 akan terjadi fenomena alam yang disebut dukhan (kabut tebal). Dukhan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW disebut sebagai salah satu tanda Kiamat.

Menanggapi hal tersebut Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas menyatakan, munculnya dukhan memang benar menjadi salah satu tanda bakal hadirnya kiamat. Namun, dukhan yang katanya akan datang pada 15 Ramadhan tersebut belum bisa dipastikan apakah benar seperti yang dimaksud Nabi atau bukan?

"Yang menjadi pertanyaan apakah kabut yang viral di medsos itu adalah dukhan yang dimaksud? Tidak ada satu orang pun menurut saya yang bisa memastikannya, karena yang tahu tentang kapan kiamat itu akan tiba hanya Tuhan saja yang tahu. Nabi Muhammad saja yang sudah jelas-jelas dicintai dan disayangi oleh Allah SWT tidak tahu, dan tidak dikasih tahu oleh Allah, apalagi kita," katanya saat dihubungi Okezone, Kamis (7/5/2020).

Fenomena dukhan yang tengah viral di media sosial dikaitkan pada fenomena alam asteroid yang akan mendekati bumi. Pusat Sains Antariksa LAPAN menyebutkan, Asteroid 2016 HP6 akan mendekati Bumi pada Jumat, 7 Mei 2020 pukul 21:48 Universal Time (Sabtu, 8 Mei 2020 pukul 4.48 WIB) pada jarak 4,33 jb (jarak bulan) atau 1,66 juta kilometer. Asteroid ini memiliki kecepatan relatif 5,72 kilometer per detik ketika mendekati Bumi dan dikategorikan sebagai asteroid Apollo.

(Baca Juga : Viral Hadist Nabi Dikaitkan Asteroid Tabrak Bumi pada 15 Ramadhan? Ini Penjelasannya)

LAPAN sendiri sudah memastikan bahwa asteroid ini tidak membahayakan bumi lantaran jarak lintasannya masih sangat jauh. Namun, banyak orang berspekulasi bahwa kehadiran asteroid di dekat bumi bakal memicu peristiwa gempa bumi dahsyat. Bahkan, ada juga yang berspekulasi asteroid akan menabrak bumi, sehingga bakal terjadi kiamat.

Terlepas dari banyaknya perbincangan tentang fenomena dukhan yang belum jelas duduk perkaranya, Kiai Anwar, mengingatkan hal terpenting saat ini adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kiamat kecil, yaitu kematian masing-masing.

Kiai Anwar menegaskan, kiamat adalah hal yang ghaib, sehingga tidak seorang pun yang tahu kapan hari itu akan tiba. "Jadi dalam hal ini sikap kita yang bagus adalah mari kita urusi apa yang menjadi tugas dan urusan kita dan jangan kita urusi apa yang menjadi urusan Allah," ucapnya.

Perlu diketahui, dukhan juga tertulis di dalam Alquran, yakni Surah Ad Dukhan ayat 10 hingga 15 di dalamnya menjelaskan tentang salah satu peristiwa di akhir zaman, kemunculan dukhan atau kabut yang sangat tebal.

(Baca Juga : Jawaban Gus Miftah Atas Isu Kiamat 15 Ramadhan)

Allah SWT berfirman:

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya:“Maka tunggulah hari ketika langit membawa dukhan (kabut) yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih” (QS. Ad Dukhan ayat 10 – 11).

Kemudian, dikutip dari artikel Okezone sebelumnya Minggu, 26 April 2020, dalam Tafsir Al Omam Al Qurthubi menjelaskan makna ad dukhan dan ada tiga pendapat.

Pertama, ad dukhan adalah salah satu tanda hari kiamat yang belum terjadi. Di antara yang berpendapat demikian adalah Ali, Ibnu Abbas, Ibnu ‘Amr, Abu Hurairah, Zaid bin Ali, Al Hasan dan Ibnu Abi Mulaikah.

(Baca Juga : Ini 5 Tanda Hari Akhir dalam Islam)

Kedua, ad dukhan adalah khayalan yang menimpa kaum Quraisy ketika mereka mengalami kelaparan ekstrem atas doa Rasulullah. Orang-orang pada masa itu seperti melihat dukhan (asap) di antara langit dan bumi. Ini adalah pendapat Ibnu Mas’ud.

Ketiga, ad dukhan adalah debu yang mengepul di hari Fathu Makkah, sehingga menutupi langit. Ini adalah pendapat Abdurrahman Al A’raj”

Pada tafsiran pertama, adalah sesuai dengan makna dasar (rajih) oleh al Imam Ibnu Katsir rahimahullah. Ayat di atas juga menunjukkan akan adanya ad dukhan, sebagai salah satu tanda hari kiamat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Hudzaifah bin Usaid radhiallahu’anhu.

Rasullah SAW bersabda:

إنَّ السَّاعَةَ لا تَكُونُ حتَّى تَكُونَ عَشْرُ آيَاتٍ: خَسْفٌ بالمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بالمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ في جَزِيرَةِ العَرَبِ وَالدُّخَانُ وَالدَّجَّالُ، وَدَابَّةُ الأرْضِ، وَيَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ، وَطُلُوعُ الشَّمْسِ مِن مَغْرِبِهَا، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِن قُعْرَةِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ

Artinya:"Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian melihat sepuluh tanda: bencana penenggelaman manusia ke tanah di negeri barat, negeri timur dan di jazirah Arab, terjadi ad dukhan, munculnya dajjal, munculnya dabbah, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, munculnya api yang keluar cekungan Aden yang mengusir manusia” (HR. Muslim no.2901).

Ad dukhan berupa asap, jika mengenai orang yang Islam maka mereka merasakan seperti pilek, sedangkan jika mengenai orang kafir akan keluar cairan dari kuping mereka dan merasakan kesakitan yang luar biasa. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:

يَأْتي النَّاسَ يَومَ القِيَامَةِ دُخَانٌ، فَيَأْخُذُ بأَنْفَاسِهِمْ حتَّى يَأْخُذَهُمْ منه كَهَيْئَةِ الزُّكَامِ

Artinya:“Akan datang dukhan (asap) kepada manusia di hari kiamat, yang memasuki pernapasan mereka, sehingga mereka akan merasakan seperti pilek” (HR. Muslim no.2798).

Kemudian dalam riwayat hadist lainnya, dari Abu Malik Al Asy’ari radhiallahu’anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:

إنَّ ربَّكم أنذرُكم ثلاثًا : الدُّخانُ يأخذُ المؤمِنُ كالزُّكْمَةِ ، ويأخذُ الكافرُ فينتفخُ حتَّى يخرُجَ من كلِّ مَسْمَعٍ منهُ ، والثَّانيةُ الدابَّةُ ، والثَّالثةُ الدَّجَّالُ

Artinya:“Sesungguhnya Rabb kalian memperingatkan kalian dari tiga hal: asap yang jika mengenai orang Muslim maka mereka merasakan seperti pilek, sedangkan jika mengenai orang kafir maka mereka akan sesak nafas dan keluar cairan dari kuping mereka, kemudian yang kedua munculnya dabbah dan yang ketiga munculnya dajjal” (HR. Thabrani, dihasankan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya, 7/235).

Allah SWT berfirman:

رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ

Artinya:“(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman” (QS. Ad Dukhan: 12)

Sementara itu Al Qurthubi rahimahullah menjelaskan: “Sebagian ulama mengatakan, maksud ayat ini, kaum Quraisy datang kepada Rasulullah kemudian mengatakan: jika Allah lenyapkan azab ini, kami akan masuk Islam. Kemudian ternyata mereka melanggar janji mereka. Qatadah mengatakan bahwa azab yang dimaksud dalam ayat ini adalah ad dukhan. Sebagian ulama mengatakan, maknanya adalah musibah kelaparan” (Tafsir Al Qurthubi).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini