Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konsep Herd Immunity dalam Penanganan Covid-19 Sangat Berisiko

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 10:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 22 620 2217848 konsep-herd-immunity-dalam-penanganan-covid-19-sangat-berisiko-QQOCTqX2cd.jpg Ilustrasi kelompok orang/Foto: Okezone

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay menilai konsep herd immunity di Indonesia dalam penanganan virus corona atau Covid-19 sangat berisiko. Jumlah penyebaran virus akan terus meningkat dan menimbukan kematian di Tanah Air.

Diketahui, herd immunity terjadi ketika sekelompok orang dalam satu komunitas kebal terhadap penyakit menular. Sehingga, penyebaran penyakit tersebut bisa terhenti.

Wacana tersebut sempat menimbulkan protes keras dari sejumlah kalangan termasuk para ilmuwan. Sebagian orang beranggapan herd immunity bukanlah ide baik, bahkan dapat meningkatkan jumlah korban jiwa secara signifikan.

Baca juga: Ahli Epidemiologi: Herd Immunity Tak Cocok Diterapkan di Indonesia

“Ada beberapa alasan. Pertama, tingkat pendidikan masyarakat yang sangat rendah bisa jadi mereka tidak mampu melindungi dirinya sendiri. Bisa nanti kita kehilangan banyak warga negara. Kedua, banyak warga negara menumpuk di Pulau Jawa. Jika itu diperlakukan, sangat rentan sekali menyebar. Pilihan untuk herd immunity itu, menurut saya tidak tepat,” ujarnya kepada Okezone, (22/5/2020).

Apabila nantinya pemerintah hendak menerapkan konsep tersebut, sebaiknya harus dilakukan kajian terlebih dahulu secara mendalam.

“Karena sejauh ini kan pemerintah masih menyebut istilah PSBB. Jadi apakah nanti ada herd immunity, tentu harus ada kajian. Tapi menurut saya itu bukanlah pilihan yang tepat untuk diterapkan di Indonesia,” katanya.

Politikus PAN itu menyarankan agar Kemenkes mengumpulkan seluruh ahli kesehatan di Indonesia untuk berjuang mencari vaksin dari Covid-19 tersebut. “Kalau kita dapat itu (vaksin), keuntungannya besar. Keuntungann untuk melindungi warga negara kita dan juga bisa berbagi kepada warga negara lain. Jadi Indonesia bisa berkontribusi,” kata dia.

(fmh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini