Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beberapa Negara Ini Terapkan Herd Immunity untuk Hadapi Pandemi Covid-19

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 22 620 2218109 beberapa-negara-ini-sudah-terapkan-strategi-herd-immunity-untuk-hadapi-pandemi-covid-19-C2V8oJ3SOc.jpg Foto: Reuters.

DALAM beberapa waktu terakhir, teori herd immunity digadang-gadang sebagai salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi pandemi global virus corona (Covid-19), di samping kebijakan lockdown yang telah menyebabkan dampak besar pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Herd immunity merujuk pada istilah yang diterapkan untuk kekebalan alami suatu komunitas terhadap penyakit menular yang dapat dicapai dengan paparan atau vaksinasi. Sejauh ini belum ada vaksin untuk penyakit Covid-19, sehingga herd immunity baru bisa dicapai melalui paparan penyakit pada komunitas.

Ketika sebagian besar populasi, antara 70%-90% kebal terhadap penyakit menular, maka mereka akan memberikan perlindungan tidak langsung, atau kekebalan kawanan, bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit. Misalnya, jika 80% populasi kebal terhadap virus, empat dari setiap lima orang yang bertemu seseorang dengan penyakit tidak akan sakit dan dengan cara ini penyebaran penyakit dapat dikendalikan.

Meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengecam herd immunity karena dianggap dapat menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa, masih ada negara-negara yang menggunakan metode ini dalam penanganan krisis virus corona baru. Penggunaan herd immunity dilakukan misalnya dengan tidak menerapkan penguncian yang ketat dan mengandalkan paparan virus agar kekebalan bisa tercapai.

Beberapa negara yang mengandalkan cara ini di antaranya:

Swedia

Negara Skandinavia ini menjadi contoh terdepan dari penerapan herd immunity dalam menghadapi Covid-19. Di saat negara sekitarnya menerapkan penguncian, Swedia tetap terbuka membiarkan warga tetap bersosialisasi seperti biasa, tak ada penutupan toko atau kegiatan massa bagi kelompok penduduk yang berisiko kecil.

Kepala ahli epidemiologi Swedia, Anders Tegnell mengatakan strategi negaranya dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah dengan memastikan "penyebaran infeksi lambat, dan bahwa layanan kesehatan memiliki beban kerja yang wajar".

Saat ini Swedia telah mencatat lebih dari 32.000 kasus Covid-19 dengan hampir 4.000 kematian, menurut penghitungan Worldometers.

Belanda

Pada pertengahan Maret, Pemerintah Belanda mengumumkan pengadopsian herd immunity sebagai strategi menghadapi pandemi virus corona. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte adalah pemimpin dunia pertama yang secara terbuka mendukung teori, tersebut dan menggunakannya karena merasa penguncian massal tidak bisa diterapkan di negara itu.

Namun, di akhir Maret, Belanda mulai melakukan pembatasan-pembatasan ringan seperti negara-negara Eropa lainnya. Sekolah-sekolah ditutup, begitu juga dengan universitas, bar dan restoran-restoran. Langkah yang menjauhi strategi herd immunity.

Belanda saat ini mencatat 44.700 kasus Covid-19 dengan 5.775 kematian.

Inggris

Inggris menjadi salah satu negara yang awalnya mengadopsi herd immunity dalam penanganan pandemi, karena adanya keyakinan bahwa Covid-19 ini akan menjadi penyakit tahunan seperti halnya flu.

Namun, setelah beberapa pekan berjalan Inggris menarik kembali strategi itu dan menerapkan penguncian setelah sebuah laporan memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 dapat menewaskan 250.000 orang di Inggris jika pemerintah tak mengambil tindakan drastis.

Saat ini Inggris menjadi salah satu negara dengan jumlah infeksi Covid-19 tertinggi, dengan lebih dari 250.000 kasus yang dikonfirmasi, dan sekira 36.000 kematian.

Indonesia menjadi salah satu negara yang disebut menerapkan herd immunity dalam penanganan krisis Covid-19, meski klaim itu telah dibantah oleh pemerintah. Sejauh ini belum ada negara yang sukses mencapai tingkat yang dibutuhkan untuk herd immunity, sementara mulai banyak negara yang melakukan pelonggaran dari langkah-langkah penguncian yang diambil.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini