Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hidroksiklorokuin Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Sabtu 23 Mei 2020 15:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 23 620 2218588 hidroksiklorokuin-tingkatkan-risiko-kematian-pasien-covid-19-op62aijru1.jpeg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Obat yang dikonsumsi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk menangkal Covid-19 sesungguhnya justru meningkatkan risiko kematian para pasien Covid-19, ungkap sebuah kajian, dikutip BBC Indonesia.

Kajian yang dimuat jurnal ilmiah, Lancet, menyebutkan penanganan para pasien Covid-19 dengan obat antimalaria hidroksiklorokuin sama sekali tidak ada manfaatnya.

Hidroksiklorokuin aman bagi pasien malaria, serta pasien lupus atau arthritis, namun tidak ada uji klinis yang merekomendasikan hidroksiklorokuin bagi pasien yang terjangkit virus corona.

Kajian terbaru melibatkan 96.000 pasien Covid-19. Dari jumlah itu, hampir 15.000 di antara mereka diberikan hidroksiklorokuin, baik sebagai obat tunggal maupun dengan didampingi antibiotik.

Hasil kajian menyebutkan: pasien-pasien yang besar kemungkinan meninggal di rumah sakit dan mengalami komplikasi detak jantung adalah mereka yang mengonsumsi hidroksiklorokuin.

Tingkat kematian antara kelompok pasien Covid-19 sebagai berikut: hidroksiklorokuin 18%; klorokuin 16,4%, pasien-pasien yang tidak mengonsumsi hidroksiklorokuin dan klorokuin 9%.

Adapun pasien yang diberikan hidroksiklorokuin atau klorokuin yang digabungkan dengan antibiotik, tingkat kematian mereka bahkan lebih tinggi.

Para peneliti mewanti-wanti bahwa hidroksiklorokuin sebaiknya tidak diberikan di luar uji klinis.

Ketika ditanya mengenai kajian yang dimuat jurnal Lancet ini, Koordinator Gugus Tugas Gedung Putih Penanganan Virus Corona, Dr Deborah Birx, mengatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah "sangat jelas" mengenai kerisauan mengenai penggunaan hidroksiklorokuin sebagai obat pencegahan virus corona atau perawatan pasien Covid-19.

Dr Marcos Espinal, direktur Organisasi Kesehatan Pan American - bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) - menekankan bahwa tidak ada uji klinis yang pernah merekomendasikan hidroksiklorokuin sebagai obat penanganan pasien Covid-19.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dirinya mengonsumsi hidroksiklorokuin untuk menangkal virus corona.

Berbicara di Gedung Putih, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa baru-baru ini dia mulai mengonsumsi obat untuk penyakit malaria dan lupus tersebut.

"Saya mengonsumsinya selama sekitar satu setengah pekan dan saya masih di sini, saya masih di sini," ujarnya.

Ketika ditanya apa bukti yang dimilikinya bahwa obat itu berfaedah, Trump berkata: "Ini bukti saya, saya mendapat banyak mendapat kabar positif mengenainya."

Trump, yang berulang kali menyanjung hidroksiklorokuin, menyebut banyak tenaga kesehatan mengonsumsi obat tersebut.

"Anda akan terkejut betapa banyak orang mengonsumsinya, terutama para pekerja di garis depan sebelum mereka tertular. Para pekerja di garis depan, banyak, banyak yang meminumnya," paparnya kepada para wartawan.

"Kebetulan saya juga mengonsumsinya."

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), mengatakan tidak ada bukti obat-obatan atau jenis terapi yang bisa mencegah atau menangani Covid-19.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) bulan lalu merilis arahan bahwa hidroksiklorokuin "tidak tampak aman dan efektif".

FDA mengutip sejumlah laporan bahwa obat tersebut bisa menyebabkan masalah ritme jantung pada pasien-pasien Covid-19.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini