Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Merajut Silaturahmi Tanpa Mudik dan Menggelar Tikar di Jalan

Taufik Budi, Jurnalis · Minggu 24 Mei 2020 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 24 620 2218895 merajut-silaturahmi-tanpa-mudik-dan-menggelar-tikar-di-jalan-1UmAtKYQxn.jpg Silaturahmi di jalan dilakukan warga Semarang lantaran tak mudik/Foto: Taufik Budi-Okezone

SEMARANG - Tak mudik ke kampung halaman bukan menjadi halangan bagi warga Kota Semarang, Jawa Tengah kehilangan makna Lebaran Idul Fitri 2020. Mereka menggelar tikar untuk makan bersama di depan rumah masing-masing sembari merajut tali silaturahmi.

Kesibukan terlihat di sebuah gang Perumahan P4A Pudakpayung Banyumanik Semarang, selepas Sholat Idul Fitri di rumah. Mereka keluar rumah sambil menggelar tikar di jalan tepat depan rumah masing-masing.

Warga membawa beragam makanan khas lebaran yang akan disantap bersama. Opor ayam, gulai daging, sambal goreng hati, dan tak ketinggalan makanan khas lebaran berupa ketupat sudah tersaji. Untuk menghilangkan rasa mual, disediakan pula puding segar.

Silaturahmi di jalan

Semua makanan dari setiap rumah digelar. Setiap warga beserta anak-anak dipersilakan untuk memilih menu yang paling disukai. Menambah porsi atau ingin mencicipi menu yang lain, juga tak ada larangan. Semua merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1441 H.

Meski makan bersama, namun protokol kesehatan menjaga jarak tetap diperhatikan. Setiap keluarga yang beranggotakan sekira 3-5 orang berada di tikar masing-masing. Sambil menunggu giliran mengambil makanan, mereka tak diizinkan menyeberang ke tikar keluarga lain. Disiplin ketat itu untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Makan bersama ini untuk merayakan Lebaran Idul Fitri, namun kita tetap mematuhi anjuran pemerintah agar tak membuat kerumunan, kita menjaga jarak. Tidak ada salaman,” kata Ketua RT 1/11 Kelurahan Pudakpayung, Hatta Bhineka, Minggu (24/5/2020).

“Semoga wabah Covid-19 ini segera berakhir dan kita bisa kembali beraktivitas normal seperti biasanya,” lugasnya sembari gendong anaknya yang masih bayi.

Berlebaran bersama tetangga ini juga sebagai pengobat rindu keluarga besar di kampung halaman karena tak bisa mudik. Selama masa pandemi Covid-19, warga berdiam diri di rumah sesuai anjuran pemerintah.

Silaturahmi di jalan

“Saya tidak bisa mudik ke Kuningan, Jawa Barat pada Lebaran kali ini. Tapi, kita tetap bisa melakukan silaturahmi dengan keluarga besar dengan cara virtual,” kata seorang warga Enih Nuraheni.

“Ketika tidak pulang, maka kami di gang sini bersepakat untuk bersilaturahmi Lebaran namun tetap menjaga jarak. Tadi kita bawa makanan lalu ditaruh di tikar, warga bebas mau ambil apa saja. Saling merasakan makanan tetangga biar lebih guyub,” tambahnya.

Pada kegiatan ini warga selalu diingatkan untuk mematuhi anjuran pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Menghindari kerumunan dan menjaga jarak dinilai sebagai cara yang efektif untuk menghindari penularan virus.

(fmh)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini