Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko PMK: Protokol Kesehatan Makin Ketat saat New Normal

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 620 2223912 menko-pmk-protokol-kesehatan-makin-ketat-saat-new-normal-BUKKxewlqj.jpg Menko PMK Muhadjir Effendy (Okezone.com/Avirista)

MALANG - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan meskipun Presiden Joko Widodo telah mencanangkan new normal di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau kampung tangguh Glintung di RW 5 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (3/6/2020).

"Menuju normal, namun belum bisa penuh, karena masih harus bersama-sama dengan Covid-19, maka normalnya itu dengan syarat tertentu, antara lain mematuhi protokol kesehatan. Protokol kesehatan itu harus semakin ketat," ujar Muhadjir Effendy.

Muhadjir menegaskan perlu ada sosialisasi protokol kesehatan lebih gencar lagi kepada masyarakat jelang new normal.

"Jadi ketika ada pengurangan pembatasan menuju normal baru, di satu sisi harus memperketat protokol kesehatan, kalau hanya protokol (kesehatan) dasar, tidak cukup, hanya pakai masker, cuci tangan, membuat jarak, menghindari tempat kerumunan yang berlebihan, tidak cukup," paparnya.

 

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menyebut perlu penjelasan protokol kesehatan lebih di setiap kegiatan masyarakat yang mengundang banyak orang.

"Misalnya kalau Salat Jumat seperti apa, kalau di restoran seperti apa, itu yang justru harus diperhatikan," tutur pria kelahiran Madiun ini.

Mantan Mendikbud ini juga mengingatkan sekolah-sekolah untuk bersiap juga menjelaskan secara detail protokol kesehatan bilamana nantinya para siswa diputuskan masuk sekolah meski di tengah pandemi corona.

"Kalau nanti sekolah masuk, juga harus begitu. Waktu masuk sekolah berbeda sekali jika dibandingkan pada saat sebelum terjadi pandemi Covid-19," pungkasnya

(sal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini