Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

'Burung Besi' Penjaga Langit Nusantara Itu Kembali Jatuh

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Senin 15 Juni 2020 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 15 620 2230336 burung-besi-penjaga-langit-nusantara-itu-kembali-jatuh-8HqvemlCXF.jpg Foto: jetphotos.com

JAKARTA – Cuaca pagi hari di kawasan Kubang, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau terlihat cerah. Lettu (Pnb) Apriyanto Ismail dari skadron Udara 12 Landasan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, bersiap-siap melaksanakan latihan rutin menggunakan jet tempur BAE Hawk 109 dengan nomor registrasi TT-0209.

Tidak berapa lama, pesawat produksi British Aerospace yang bekerja sama dengan BAE Systems ini lepas landas dari Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Suara gemuruh mesin Turbo Fan, 871 Adour twin-spool buatan Rolls-Royce ini pun menggelegar di langit Kampar.

(Baca juga: Tergolong Pesawat Tua, Jet Tempur Hawk Juga Pernah Jatuh di Riau pada 2012)

Namun setelah lepas landas, pesawat lawas tersebut mengalami gangguan, tepatnya di 5 Km runway 36 Lanud Roesmin Nurjadin. Melihat ada masalah di mesin, Lettu (Pnb) Apriyanto langsung cepat mengambil tindakan.

Perwira pertama TNI AU ini langsung keluar dari pesawat dengan menggunakan ejection seat atau kursi pelontar. Selang beberapa lama, pesawat itu pun jatuh menimpa pemukiman padat penduduk di Perumahan Sialang Indah Desa Kubang Jaya Kabupaten Kampar, Riau pagi.

(Baca juga: BAE Hawk 109: Pesawat Tempur Lawas yang Jatuh di Riau Jago Ground Attack)

Jatuhnya pesawat lawas buatan Inggris ini menambah daftar burung besi milik TNI yang mengalami kecelakaan. Dalam catatan Okezone, pesawat serupa juga pernah jatuh di lokasi yang tidak jauh dari jatuhnya BAE Hawk 109 pada 2012 silam.

Selain itu, setidaknya terdapat 5 kecelakaan yang melibatkan pesawat TNI.

1.Pada 6 April 2009 pesawat Fokker 27 TNI-AU jatuh di hanggar Lanud Hussein Sastranegara, Bandung. Armada itu jatuh dan menabrak serta menghancurkan dua pesawat lainnya yang berada di dalam hanggar.

Dua pesawat tersebut yaitu Draya Air MC 212200 dan Batavia Air Boeing 737. Akibat peristiwa ini 23 penumpang meninggal yang terdiri dari 17 siswa penerbangan dan enam pengajar.

2.Pada 11 Mei 2009 pesawat Hercules tergelincir saat akan mendarat di Bandara Wamena, Papua. Kapal tersebut dilaporkan mengangkut logistik Pemilihan Legislatif 2009.

3. Pada 20 Mei 2009 pesawat Hercules milik TNI AU jatuh di persawahan Desa Geplak Kecamatan Karas Magetan. Akibatnya 101 orang tewas dan 11 luka. Korban kebanyak anggota TNI dan keluarganya.

4. Pesawat Hercules C 130 milik TNI Angkatan Udara jatuh di Jalan Jamin Ginting, kawasan Prumnas Simalingkar, Medan, Sumatera Utara, pada Selasa 30 Juni 2015. Sedikitnya 126 orang tewas akibat peristiwa ini.

5. Lalu hari ini dilaporkan pesawat tempur milik TNI AU jatuh di wilayah Kampar Riau. Pesawat itu menimpa rumah dan sedang berlangsung penanganan di lokasi.

Pesawat Hawk Mk 109 / 209 merupakan kode untuk Hawker-Siddeley Hawk yang diekspor ke Indonesia yang mulai melengkapi TNI-AU sejak tahun 1997. Sedangkan pada tahun 1980-an, TNI AU juga pernah membeli sejumlah Hawk Mk 53.

Pesawat yang berusia cukup tua ini merupakan varian single seater dari keluarga Hawk. Dan dikhususkan untuk mengemban misi air superiority dan ground attack.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Fajar Adriyanto mengungkapkan, TNI AU telah membentuk tim investigasi atas jatuhnya pesawat BAE Hawk 109.

"Penyebab kecelakaan dan informasi lainnya masih dalam proses investigasi oleh tim TNI AU," ujar Fajar, Senin (15/6/2020).

Fajar juga memastikan, pilot pesaat tersebut, Lettu (Pnb) Apriyanto Ismail berhasil menyelamatkan diri dan saat ini sedang dalam perawatan di RSAU dr. Soekirman Lanud Rsn Pekanbaru.

"Pilot berhasil melontarkan diri dari pesawat menggunakan ejection seat dan selamat. Saat ini berada di RSAU dr. Soekirman Lanud Rsn Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut," tutup Fajar.

(fmi)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini