Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang F1 2020 Dimulai, Bos Renault Umbar Efek Virus Corona

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 620 2238138 jelang-f1-2020-dimulai-bos-renault-umbar-efek-virus-corona-zZcM9b3rwF.jpg Para pembalap F1. (Foto: Twitter F1)

ENSTONE – Bos Tim Renault F1, Cyril Abiteboul, menilai ada tantangan besar yang dihadapi setiap tim jelang bergulirnya perlombaan musim ini. Tantangan besar itu tentunya muncul dari merebaknya virus corona yang tengah menghantui masyarakat global.

Menurut Abiteboul, efek dari merebaknya virus ini bisa membuat tim absen menjalani balapan di sebuah seri. Hal itu bisa terjadi jika seorang kru tim dinyatakan positif terjangkit virus corona. Jika hal itu terjadi satu hari sebelum balapan digelar, tim yang krunya terjangkit Covid-19 tentu saja harus ambil langkah absen dari balapan.

Daniel Ricciardo

Hal ini pun pernah menimpa tim McLaren pada penyelenggaraan balapan F1 GP Australia 2020. Kala itu, seorang kru timnya dinyatakan positif terjangkit virus corona sebelum para pembalap memulai rangkaian balapan.

BACA JUGA: Ferrari Pastikan Pit Stop Tak Terpengaruh Pengurangan Personel

Kondisi ini pun akhirnya membuat McLaren memutuskan mundur dari balapan. Pihak penyelenggara F1 pun akhirnya memutuskan untuk membatalkan perlombaan di Sirkuit Albert Park, Australia, pada Maret 2020 itu.

"Ini adalah keseimbangan antara risiko, kepraktisan, dan kebutuhan operasi, keseimbangan itu sulit ditemukan. Saya pikir tantangan terbesar adalah implementasi antara kelompok operasional dan sub-kelompok (dalam setiap tim),” ujar Abiteboul, sebagaimana dikutip dari Crash, Senin (29/6/2020).

“Ada risiko satu orang dalam tim (dapat terinfeksi) dan itu berarti seluruh tim keluar setidaknya selama waktu tes. Karena tes dapat berlangsung sehari penuh, 24 jam, kami dapat melihat bahwa jika kasus positif terjadi pada Sabtu pagi, Anda tidak akan lolos, dan Anda tidak akan berpartisipasi dalam perlombaan,” lanjutnya.

Dengan kondisi ini, Abiteboul pun menilai pembicaraan lebih lanjut soal risiko-risiko yang mungkin timbul dalam penyelenggaraan perlombaan F1 2020 perlu dilakukan. Meski begitu, ia tetap mengapresiasi langkah pihak penyelenggara yang telah berjuang keras untuk menggelar balapan di tengah kondisi ini. Balapan perdana pun dipastikan akan digelar pada akhir pekan ini, 5 Juli 2020.

"Kami masih perlu melakukan sedikit diskusi tentang bagaimana mengimbangi risiko dan beberapa akal sehat dan partisipasi dalam olahraga, meskipun saya benar-benar memahami dan memuji pekerjaan yang telah dilakukan antara FIA dan tim,” tukas Abiteboul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini