Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jusuf Kalla: Masjid Harus Dapat Memajukan Masyarakat

Salman Mardira, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 620 2243306 jusuf-kalla-masjid-harus-dapat-memajukan-masyarakat-WxhZ6XzLse.jpg Ketua DMI Jusuf Kalla. (Foto: Okezone)

UMAT Islam harus menjadikan masjid sebagai pusat membangun peradaban. Masjid jangan hanya difungsikan sebagai tempat ibadah semata, tapi juga harus digunakan sebagai pusat kajian dan ilmu pengetahuan.

"Kita ke masjid bukan hanya ibadah, tapi meningkatkan pengetahuan kita. Mendorong, bagaimana masjid itu dapat memajukan masyarakat," ujar Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla dalam webinar nasional berjudul 'Membangun Peradaban Islam Indonesia Berbasis Masjid', Rabu (8/7/2020).

Baca juga: DMI: Alhamdulillah Tidak Ada Penularan Covid-19 di Masjid 

JK pun ini sudah mempelajari karakteristik masjid-masjid di Indonesia. Hasilnya, masjid 80 persen digunakan untuk mendengarkan kajian dan ibadah lainnya, sedangkan 20 persen untuk sholat.

Sementara Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan masjid harus menjadi pusat membangun perdadaban Islam sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

"Rasulullah merupakan teladan terbaik menggunakan masjid membangun peradaban," ujarnya.

Masjid dapat menjadi tempat ibadah mahdhah, seperti sholat, zikir, belajar Alquran/taklimul Quran, tilawatul Quran, pengajian majelis taklim, dan lainnya. Hal itu karena ibadah mahdhah yang dilakukan di masjid pahalanya lebih besar.

Baca juga: 12 Kali Tidak Sholat Jumat, Kata JK: Paling Lama dalam Hidup Saya 

Sementara ibadah ghairul mahdah, misalnya penguatan, pemberdayaan Islam baik pendidikan ekonomi sosial kemasyarakat dan lain-lain. Selain itu pembangunan peradababan jangan sampai sepergulatan saling berebut hegemoni antara satu peradaban dengan peradaban yang lainnya.

"Ini merupakan sunnatullah yang selalu terjadi sepanjang zaman, dan masyarakat yang lebih kuat peradabannya akan menghegemoni yang lebih lemah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala, 'Di masa kejayaan dan kehancuran itu kami pergilirkan di antara manusia agar mereka mendapat pelajaran.' (QS Ali Imran: 140)," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini