Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Terus Meningkat, Covid-19 Jatim Berbeda dengan di Jabodetabek?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 20:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 620 2243374 kasus-terus-meningkat-covid-19-jatim-berbeda-dengan-di-jabodetabek-Q8RaLUtMyT.jpg Kasus Covid-19 terus meningkat (Foto : Medicalnewstoday)

Kasus positif virus corona Covid-19 terus meningkat setiap harinya. Bahkan pada Rabu (8/7/2020), tercatat peningkatan kasus baru hingga mencapai 1.853.

Seiring meningkatnya kasus baru, banyak masyarakat yang mengatakan bahwa terdapat perbedaan antara Covid-19 yang ada di Jawa Timur dengan di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Menjawab hal tersebut Dokter Spesialis Paru, Dr. dr. Susanthy Djajalaksana, Sp.P (K)., FISR menjelaskan, virus corona di Jatim mungkin saja memiliki perbedaan dengan yang ada di Jabodetabek.

“Mutasi virus disebabkan oleh lingkungan, suhu, kelembapan udara, dll. Supaya dia (virus corona) survive dia akan berubah. Memang strain virus ada ABC, ada mutasi yang dindingnya type S dan L,” terang dr. Susanthy, dalam acara Update Terkini Studi In-Vitro Betadine, Rabu (8/7/2020).

Covid-19

Lebih lanjut dr. Susanthy mengatakan bahwa mutasi virus corona tidak bisa dihindari. Selain itu, virus yang ada di satu wilayah, bisa saja berbeda dengan yang ada di wilayah lainnya.

Baca Juga : 9 Tips Dokter Reisa bagi Penderita PTM Hadapi Pandemi Covid-19

Meski demikian, dr. Susanthy mengimbau agar masyarakat tidak perlu memiliki kekhawatiran yang berlebih terhadap Covid-19. Meski virus coronanya berbeda, tetapi risiko penularan bergantung pada hostnya (tubuh manusia).

“Untuk sakit tidak tergantung pada virusnya tapi karena hostnya. Jika imunitasnya turun, ini juga menjadi tempat yang menarik bagi si virus untuk berkembang. Jika hostnya bagus mestinya tidak demikian, ada juga yang positif tapi tidak bergejala,” tuturnya.

Kasus Covid-19 rekor tertinggi dalam sehari

Terlepas sama atau tidaknya Covid-19 jenis Covid-19 di Jatim dengan Jabodetabek, update kasus dari BNPB Indonesia menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Terjadi penambahan kasus Covid-19 pada 8 Juli 2020 dengan mencapai 1.853 kasus, sehingga jika diakumulasi di Indonesia telah 68.079.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan penambahan tertinggi hari ini adalah gambaran bahwa penularan masih terjadi.

“Ini menandai bahwa memang masih ada pasien atau orang dengan Covid-19 positif yang berada di tengah-tengah masyarakat dan tidak mampu untuk menjaga orang lain agar tidak tertular,” ungkap Yuri di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Selain itu, menurut Yuri, penambahan kasus positif Covid-19 ini juga menandakan protokol kesehatan tidak dijalankan dengan disiplin. Misalnya tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.

"Masih banyak masyarakat yang rentan untuk tertular karena memang juga tidak mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin, dengan baik. Dan secara bersama-sama menggunakan masker dengan benar,” katanya.

Jubir Penanganan COVID-19

Ia pun mengatakan bahwa masih banyak yang menggunakan masker hanya menutup mulut saja, dan tidak menutup hidung dengan baik.

“Menggunakan masker hanya menutup mulut saja, ini bagian yang paling banyak, sehingga tidak memberikan perlindungan sama sekali terhadap kemungkinan masuknya droplet melalui hidung. Kemudian tidak rajin mencuci tangan dan tidak menjaga jarak, ini juga menjadi penyebab utama,” jelasnya.

Yuri pun mengajak masyarakat untuk memperkuat protokol kesehatan dijalankan dengan disiplin. "Hanya ini cara yang bisa kita lakukan secara bersama-sama agar permasalahan pandemi Covid-19 ini, dan kita selesaikan dengan baik. Yakin kita bisa melaksanakan ini secara bersama-sama secara serempak,” imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini