Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Corona Bisa Bertahan Selama 8 Jam di Udara

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 11 Juli 2020 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 620 2244797 virus-corona-bisa-bertahan-selama-8-jam-di-udara-WuyQuVuE0a.jpg Ilustrasi. (Dok Okezone)

JAKARTA – WHO mengeluarkan kajian terbaru bahwa penularan virus corona baru (Covid-19) bisa melalui udara atau biasa disebut airborne transmission.

Kepala Lembaga Biologi Molkuler Eijkman, Amin Subandrio, meminta masyarakat mewaspadai penularan Covid-19 melalui udara. Itu karena virus tersebut bisa bertahan selama 8 jam di udara atau di dalam ruangan tertentu.

“Dia (virus) di udara bisa bertahan sampai 8 jam," tutur Amin dalam dikusi Polemik MNC Trijaya, Sabtu (11/7/2020).

Dengan adanya temuan itu, ia berharap masyarakat dapat disiplin menerapkan protokol kesehatan dan membuat ventilasi yang baik di sebuah ruangan.

"Oleh karena itu, sebaiknya ada ventilasi. Jadi ada jendela yang dibuka biar ada perputaran udara segar yang masuk. Di rumah sakit ada standarnya. Setiap ruangan itu harus ada perputaran udara sekian persen setiap jam, ada takarannya," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengakui jika penularan virus corona bisa terjadi lewat udara atau airborne. Para pakar maupun dokter Indonesia turut mengomentari pernyataan WHO tersebut.

Dalam sebuah laporan di The New York Times, sebanyak 239 ilmuwan dari 32 negara akan membuat surat terbuka kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam jurnal ilmiah pekan ini. Para ilmuwan mengatakan, virus corona menyebar lewat udara (airborne). Artinya partikel virus dapat melayang di udara di ruang tertutup dan menulari manusia ketika partikel itu terhirup.

Sementara itu, menurut laporan Hindustan Times, pakar WHO Benedetta Allegranzi mengatakan organisasi tersebut terbuka terhadap bukti yang menjelaskan penyebaran Covid-19 bisa melalui udara.


Baca Juga : Pakar Epidemiolog Sebut Ventilasi Buruk Berpotensi Tinggi Tularkan Covid-19

Dengan adanya bukti tersebut, WHO berharap ada penelitian lanjutan mengenai Covid-19 untuk hasil yang lebih komprehensif. Tidak hanya itu, jika hal tersebut terbukti benar maka perubahan cara pencegahan pun mesti dilakukan untuk mengendalikan infeksi.

Menjadi penegasan di sini bahwa udara yang dimaksud adalah lingkungan padat, tertutup, dan berventilasi buruk. Kondisi ruangan seperti itu menurut Allegriza tak dapat dikesampingkan.

Baca Juga : Kasus Corona Melonjak, Pakar Epidemiologi Soroti Ketegasan Pemerintah

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini