Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berdakwah di AS, Ustadz Ini Temukan 3 Karakter Unik Orang Amerika

Senin 13 Juli 2020 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 620 2245742 berdakwah-di-as-ustadz-ini-temukan-3-karakter-unik-orang-amerika-iHQCBcbRKj.jpg ilustrasi (stutterstock)

ISLAM telah menyebar di seluruh pelosok dunia, tak terkecuali Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam, agama Allah SWT juga mulai diterima dengan baik di kalangan masyarakat, meski ada sebagian yang masih fobia karena kurangnya pemahaman.

Ustadz Hilman Fauzi, pendakwah asal Indonesia di AS menceritakan pengalamannya berceramah di negara Super Power itu. Ia sudah tinggal di sana sejak 2006 sebagai pelajar. Satu dekade kemudian kembali bersafari dakwah, berturut-turut dari 2016 dan 2017.

Berdakwah di AS tentu menantang. Fauzi mencatat ada tiga karakter orang Amerika yang ditemuinya selama tinggal dan berdakwah di sana.

Baca juga: Bolehkah Wanita Haid Membaca Alquran?

Pertama, sangat kritis. Sikap ini sempat menghentak Fauzi. Pada sisi lain, ia mendapati, orang Amerika mudah menerima argumentasi kalau mereka bisa memahami apa yang kita sampaikan.

“Dari situ saya melihat bahwa berangkat pertanyaannya bukan dari apa, tetapi, kenapa? Jadi, sangat fundamental," kata Hilman Fauzi seperti dilansir dari VOA, Senin (13/7/2020).

Karakteristik kedua, kata Fauzi, orang Amerika tidak mempertanyakan legalitas yang cenderung menghakimi orang lain, melainkan berdiskusi, mempertanyakan “bagaimana,” sehingga kita melihat isu dari berbagai ‘kacamata’.

Menurut Fauzi, ini menyadarkan kita untuk tidak memaksakan satu penilaian kepada orang lain.

Karakteristik ketiga, kata Fauzi, menjunjung toleransi.

Sebelum berangkat ke Amerika, Fauzi mengaku dibayangi hal tidak menyenangkan akan sikap orang terhadap Muslim. Setelah beberapa kali ke Amerika, ia mendapati, orang Amerika sangat terbuka. Ia ingat di Washington, Philadelphia, dan Phoenix, ia melihat banyak gereja yang dibuka untuk sholat Jumat. Ia mengaku rindu melihat toleransi seperti itu.

Baca juga: 4 Jenis Hewan yang Dilarang untuk Dikurbankan

Wujud toleransi lain di Amerika, Fauzi menunjuk pesatnya pertumbuhan masjid. Bahkan kini ada pesantren pertama di Amerika, Nusantara Foundation, yang didirikan Shamsi Ali, penceramah dari Indonesia.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini