Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Populasi Global Diprediksi Turun Drastis, Dorong Perubahan Besar di Dunia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 15 Juli 2020 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 620 2246824 populasi-global-diprediksi-turun-drastis-dorong-perubahan-besar-di-dunia-QRltxCHglZ.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

SEBUAH penelitian memprediksi angka populasi dunia akan berkurang drastis pada pertengahan abad ini dan akan berdampak pada pergeseran kekuatan ekonomi dunia di masa mendatang. Beberapa negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Italia, dan Spanyol diperkirakan akan melihat penurunan populasi hingga setengahnya pada 2100.

Data dari analisis prediksi Global Burden of Disease Study menunjukkan populasi dunia akan mencapai 9,7 miliar jiwa pada 2064, namun jumlah itu akan turun menjadi 8,8 miliar pada 2100. Berkurangnya populasi dunia itu disebabkan penurunan tingkat kesuburan global karena metode kontrasepsi modern dan pendudukan yang lebih luas di kalangan perempuan.

BACA JUGA: Jumlah Penduduk Dunia Diprediksi Tembus 10,9 Miliar Orang pada 2100

Menurut penelitian itu, 23 negara, termasuk Jepang, Spanyol dan Italia, diperkirakan akan menyaksikan penurunan populasi lebih dari setengahnya. Sementara China, bersama dengan 34 negara lainnya akan melihat penurunan populasi lebih dari 25 persen.

Namun, tren penurunan populasi itu tidak berlaku di wilayah Afrika Sub-Sahara yang justru diprediksi melihat peningkatan populasi hingga tiga kali lipat. Afrika secara umum akan menggantikan Asia Selatan dan Tenggara sebagai wilayah dengan penduduk terbanyak.

Sementara Amerika Utara akan menyalip wilayah yang terdiri dari Eropa Tengah, Eropa Timur, dan Asia Tengah, menjadi wilayah dengan populasi terendah.

BACA JUGA: 10 Negara dengan Penduduk Terpadat, Indonesia Nomor Berapa?

Penelitian Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan Universitas Washington yang diterbitkan di jurnal Lancet itu memprediksi India sebagai negara dengan populasi terbesar pada 2100 dengan sekira 1,09 miliar penduduk, diikuti Nigeria di urutan kedua dengan 791 juta penduduk, sementara China berada di peringkat ketiga dengan 732 juta penduduk.

Indonesia yang saat ini berada di peringkat keempat negara dengan populasi terbesar di dunia dengan 258 juta penduduk diprediksi akan turun ke peringkat ketujuh, memiliki 229 juta penduduk pada 2100.

Berkurangnya jumlah tenaga kerja berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi di negara-negara yang mengalami penyusutan populasi, membawa pergeseran kekuatan geopolitik, sementara negara-negara Afrika dan Arab maju secara ekonomi.

Menurut laporan tersebut, dengan tingkat kelahiran yang secara dramatis lebih rendah pada 2100, negara-negara Barat, seperti Amerika Serikat (AS), Australia dan Kanada akan lebih membebaskan sikapnya terkait imigrasi untuk mempertahankan populasi usia kerjanya.

"Penelitian penting ini memetakan masa depan yang perlu kita rencanakan secara mendesak. Ini menawarkan visi untuk perubahan radikal dalam kekuatan geopolitik, menantang mitos tentang imigrasi, dan menggarisbawahi pentingnya melindungi dan memperkuat hak-hak seksual dan reproduksi wanita. Abad ke-21 akan melihat revolusi dalam kisah peradaban manusia kita, ‚ÄĚkata Dr. Richard Horton salah satu peneliti.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini