Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Ular Sedunia, Ini 5 Manfaat Bisa Ular di Bidang Kesehatan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 16 Juli 2020 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 620 2247383 hari-ular-sedunia-ini-5-manfaat-bisa-ular-di-bidang-kesehatan-I7aLAVSFwo.jpg Ular (Foto: The Asian Age)

Ular menjadi salah satu hewan yang ditakuti oleh manusia. Beberapa spesies ular tertentu memiliki bisa yang sangat mematikan. Mereka bahkan dapat melumpuhkan setiap mangsanya dengan sangat cepat lewat bisa.

Meski demikian, bisa ular yang mengerikan itu nyatanya memiliki banyak manfaat dalam bidang kesehatan. Merangkum dari Popsci, Kamis (16/7/2020), berikut manfaat bisa ular dalam dunia kesehatan. Yuk disimak.

bisa ular

1. Mengobati Kanker

Racun dari ular derik mengandung bahan kimia yang disebut crotoxin. Crotoxin beracun bagi sel, tetapi hanya bekerja pada jenis sel tertentu. Dalam racun ular, mereka berada di darah dan otot. Para peneliti memanfaatkan kombinasi penargetan dan toksisitas yang unik dalam crotoxin.

Kombinasi itu digunakan untuk pengobatan kanker, yang disebut CB24, yang menemukan dan membunuh sel-sel tumor yang tumbuh di luar kendali. Uji coba awal CB24 tampak menjanjikan, meskipun belum tersedia secara komersial.

2. Mengurangi tekanan darah

Pada 1970-an, para ilmuwan menciptakan salah satu obat pertama dengan sifat kimia racun. Racun pitviper Brasil mengandung protein yang mengganggu enzim pengonversi angiotensin (ACE), yang meningkatkan tekanan darah pada manusia dan mamalia.

Para peneliti mengubah racun itu menjadi ACE-blocker yang tidak beracun. Obat ini digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Saat ini, jutaan orang Amerika menggunakan ACE-blocker, yang mampu mengurangi risiko penyakit ginjal, stroke, dan diabetes.

Baca juga: Selain Kylie Jenner, Nih Deretan Artis Luar Negeri yang Kepincut Sedapnya Mi Instan

3. Mengatasi gangguan sistem saraf pusat

Ular mamba hitam yang tinggal di sabana Afrika dapat membunuh orang hanya dengan dua tetes racunnya. Racun terletak pada neurotoksinnya yakni bahan kimia yang merusak sistem saraf pusat. Bahan kimia ini mengikat begitu erat pada sel-sel saraf.

Para peneliti di Universidad Central del Caribe, Puerto Riko sedang menyelidiki bagaimana bahan kimia ini bekerja untuk menggunakannya dalam perawatan untuk penyakit yang merusak otak dan sistem saraf seperti Alzheimer dan Parkinson.

4. Membunuh parasit

Leishmaniasis adalah penyakit yang sangat mengerikan. Penyakit ini dapat mematikan organ internal seseorang, membunuh, atau menyebabkan luka kulit yang besar dan tak sedap dipandang mata. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa dari genus Leishmania yang dimasukkan ke aliran darah manusia oleh gigitan lalat pasir.

Tim peneliti Brasil telah menggunakan bahan kimia yang disebut crovirin yang ditemukan dalam racun ular berbisa untuk membunuh Leishmania protozoa.

5. Obat antibisa

Proses mengumpulkan racun dan mengembangkan penawar racun adalah tugas yang melelahkan. Sebagian besar tidak berubah sejak akhir 1800-an. Para ahli menangkap ular dan mengekstraksi bisanya, lalu membekukannya.

Kemudian seekor binatang disuntikkan dengan sedikit bisa ular tersebut. Setelah beberapa minggu, para peneliti mengambil darahnya dan mengekstrak antibodi yang dikembangkannya untuk melawan bisa ular tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini