Selain itu, Quartararo juga mengalami balapan yang tak mudah ketika ia gagal mempertahankan pole position-nya. Tetapi, ia merasa bersyukur ketika Quartararo berhasil mengambil alih posisi terdepan dan akhirnya menyelesaikan balapan sebagai pemenang.
Ia juga memuji ketenangan Quartararo yang kali ini tampil lebih matang. Meski sempat terlempar dari posisi terdepan, pembalap berusia 21 tahun itu mampu bangkit.
“Itu bukan balapan yang mudah di awal untuk Fabio, ia harus menyusul Ducati, tetapi ia tetap tenang dan ketika ia memiliki kesempatan ia berhasil ke depan dan memperlebar jarak,” lanjut Stigefelt.
“Kami tidak bisa meminta lebih, itu mimpi yang menjadi kenyataan hari ini. Untuk menang di balapan pertama musim kedua adalah sesuatu yang luar biasa,” pungkasnya.
Follow Berita Okezone di Google News
(fmh)








