Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Psikologi Jadi Masalah yang Luput dari Perhatian saat Pandemi Covid-19

Kiswondari, Jurnalis · Rabu 29 Juli 2020 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 620 2253873 psikologi-jadi-masalah-yang-luput-dari-perhatian-saat-pandemi-covid-19-lEiWH1y4Qx.jfif Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Pada Mei 2020 lalu, laporan organisasi kesehatan dunia (WHO) melaporkan dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) negara-negara di dunia dibayangi oleh krisis kesehatan mental akibat pandemi Covid-19.

Namun, perhatian negara-negara di dunia akan kesehatan mental masyarakatnya sangat minim, termasuk Indonesia. Karena itu, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk fokus terhadap masalah kesehatan mental masyarakatnya.

Terlebih saat pandemi Covid-19 di mana, banyak masalah menimpa masyarakat dan memperburuk kondisi mentalnya.

“Dan akhirnya sekarang bulan Mei PBB membuat pernyataan bahwa kebongkar lah bahwa negara-negara itu tidak mengarusutamakan kesehatan jiwa. Upaya preventif, kuratif, promotif, bahwa ketahuan setelah ada banyak kasus kesehatan kejiwaan, ketahuan bahwa negara-negara itu tidak mendahulukan untuk kesehatan jiwa. Ya mau gimana lagi, kita juga sama termasuk yang enggak,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJ) DKI Jakarta, Nova Riyanti Yusuf kepada SINDO Media, Rabu (29/7/2020).

Baca Juga: Buka Hotline 119, Kemenkes Minta Masyarakat Tidak Malu Konsultasikan Kesehatan Jiwa

Perempuan yang akrab disapa Noriyu membeberkan, saat pandemi kemarin, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) membuka layanan swaperiksa di website mereka terhadap masyarakat yang ingin mengukur kesehatan jiwanya.

Sampai 14 Mei lalu ada 2.364 responden dari 34 provinsi. Dan 72% perempuan atau mayoritas yang mengikuti swaperiksa itu. Dari situ, ketahuan ada masalah psikologi 69% dan kalau dibreakdown masalahnya yakni, 68% cemas, 67% depresi dan 77% trauma psikologis di masa Covid-19.

“Trauma psikologis ada anggota keluarga yang sakit, dia sendiri terpapar, dia trauma, nggak mau membatasi diri, nggak keluar rumah, nggak mau bergaul. Trauma karena terpapar atau ada anggota keluarga yang meninggal karena Covid itu 77%. Dari 67% depresi 49%-nya berpikir tentang kematian,” urai psikiater itu.

Menurut mantan anggota Komisi IX DPR ini, ini baru sedikit sekali data yang terkumpul, tapi 2/3 respondennya mengalami masalah psikologis. Jadi, kalau diambil data lebih besar mungkin akan lebih banyak lagi yang berisiko ODMK atau orang dengan masalah kejiwaan. Harapannya, kalau ODMK ini ditangani segera, mereka tidak sampai menjadi ODGJ atau orang dengan gangguan jiwa.

“Jadi melakukan konsultasi, di antaranya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempunyai aplikasi Sehatpedia, 110 lebih psikiater berkumpul di sana melakukan konsultasi psikologis secara gratis. Nah itu harapannya dengan bisa melakukan konsultasi dengan mereka, tidak menjadi ODGJ,” ujar Noriyu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini