Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Calon Relawan Siap Uji Klinis Vaksin Covid-19

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 29 Juli 2020 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 620 2253940 ratusan-calon-relawan-siap-uji-klinis-vaksin-covid-19-egkxNKE8gl.jpg Foto: ABC

JAKARTA – Pemerintah sedang bersiap melakukan uji klinis menyusul masuknya vaksin Sinovac asal China di Indonesia. Vaksin tersebut nantinya akan dilakukan uji klinis fase 3 oleh peneliti dari Universitas Padjajaran demi melihat kekhasiatan vaksin tersebut dalam melawan Covid-19.

Sebanyak 350 orang bahkan sudah mendaftar sebagai relawan uji klinis vaksin tersebut. Mereka tercatat melakukan pendaftaran di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Jaw Barat, beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Ahli Kesehatan: Uji Coba Vaksin Corona Sangat Sensitif Berkaitan dengan Etika)

Ada 6 lokasi uji klinis tahap ketiga itu, yakni berada di Kampus Universitas Padjadjaran di Jalan Eyckman, Kampus Universitas Padjadjaran Dipatiukur, Puskesmas Garuda, Puskesmas Dago, Puskesmas Sukapakir, dan Puskesmas Ciumbuleuit

"Kita sudah sebar. Tadi dari (Puskesmas) Garuda aja udah 350 orang," kata Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 Prof Kusnandi Rusmil kepada Okezone, Rabu (29/7/2020).

Namun dia mengaku belum mengetahui keseluruhan total relawan yang telah melakukan pendaftaran. Nantinya, akan diketahui secara pasti kala pihaknya menggelar uji klinis pada 6 Agustus 2020 mendatang. "Nanti ketahuannya pada waktu tanggal 6 (Agustus) berapa (relawan) yang datang," ujarnya.

(Baca juga: Masyarakat Diminta Taati Protokol Kesehatan Jangan Tunggu Vaksin Covid-19)

Rusmil melanjutkan, setiap harinya, hanya diizinkan menyuntik sebanyak 25 orang di setiap lokasi. Sehingga, seluruh relawan itu belum dipastikan bakal disuntik, karena harus melalui serangkaian uji kesehatan yang dilakukan oleh tim dokter. "Diperiksa dulu sama dokter sehat atau enggaknya. Kalau sehat boleh ikut," pungkasnya.

Sebelumnyam Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menilai uji coba vaksin tidak mudah dilakukan terlebih hal itu sangat sensitif berkaitan dengan etika pengujian.

"Untuk urusan uji coba cukup sensitif sebenarnya, menyangkut ethical clearence," kata Hermawan kepada Okezone.

Namun, dia tak menjelaskan etika apa saja yang harus diperhatikan dalam pengujian sebuah vaksin. Ia mengatakan pemerintah seharusnya sudah mempertimbangkan segala aspek sebelum pengujian dilakukan. "Mestinya pemerintah sudah mempertimbangkan," pungkasnya.

(fmi)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini