Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sudah Saatnya Pengembangan Energi Terbarukan Naik Pangkat

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 29 Juli 2020 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 620 2253981 sudah-saatnya-pengembangan-energi-terbarukan-naik-pangkat-0FzIyMDPw5.jpg EBT (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, pemerintah sudah saatnya fokus pada pengembangan renewable energy atau energi terbarukan.

Baca Juga: Maju Mundur EBT di RI, Masih Berkutat pada Masalah Ini

Banyak negara lain yang sudah berpikir agar energi terbarukan ini bisa menjadi energi primer. Bahkan perusahaan-perusahaan besar di dunia pun sudah menuju ke sana.

"Negara-negara lain sudah melakukan shifting. Saya kira ini salah satu langkah yang sangat strategis dan harus kita dukung agar renewable energy ini tidak menjadi anak tiri kembali," ujarnya pada IDX Channel Market Review, Rabu (29/7/2020).

Baca Juga: Kincir Angin Raksasa untuk Energi Bayu, Bagaimana Cara Kerjanya?

Mamit melanjutkan, pemerintah sudah melakukan perbaikan yang cukup signifikan dengan adanya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di mana menjadi salah satu kunci ke depan untuk meningkatkan EBT.

"Dengan adanya UU dan kepastian hukum tentu akan ada kepastian ke depannya terkait pengembangan energi di masa depan," ungkapnya.

Dia berharap EBT menjadi prioritas pemerintah dan DPR ke depan agar bisa segera diselesaikan sehingga target bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 bisa tercapai. "Tentu komitmen itu perlu segera dilakukan," imbuhnya.

Pengembangan EBT juga membutuhkan stimulus yang akomodatif. Menurut Mamit, saat ini harga masih menjadi kendala ketika investor ingin melakukan investasi. Selama ini harga belum mencerminkan nilai keekonomian yang wajar.

Untuk itu perlu adanya insentif tersendiri dari pemerintah sehingga pengembangan EBT bisa berjalan maksimal. "Harga EBT yang dibeli PLN masih kurang menarik bagi para investor. Ini perlu menjadi perhatian pemerintah," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini