Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MUI: Umat Harus Saling Memperkuat dan Menyadarkan Pencegahan Covid-19

Jum'at 31 Juli 2020 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 620 2255158 mui-umat-harus-saling-memperkuat-dan-menyadarkan-pencegahan-covid-19-5VVuJyENjp.jpg Ilustrasi Majelis Ulama Indonesia. (Foto: Dok Okezone)

KETUA Satgas Covid-19 Majelis Ulama Indonesia Pusat KH Muhammad Zaitun Rasmin MA mengatakan kesadaran masyarakat terkait pencegahan persebaran virus corona (covid-19) masih sangat rendah. Semua protokol kesehatan hanya sebatas teori tanpa aksi.

"Kita ingin mengingatkan bahwa keadaan di negeri kita akan lebih panjang dan lebih banyak korban kalau kita semakin tidak waspada dan menganggap biasa, banyak yang tidak peduli memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Sudah ada berita gembira di awal Juni itu, sekarang berubah lagi, termasuk Jakarta," kata KH Zaitun dalam webinar 'Revitalisasi Peran Ulama dalam Pencegahan Persebaran Covid-19 di Era New Normal', Selasa 28 Juli 2020, dikutip dari MUI.or.id.

Baca juga: Hagia Sophia Gelar Sholat Idul Adha, Jamaah Membeludak hingga Pelataran 

Berkaca dari kondisi Wuhan di China sebagai kota pertama yang mendeteksi adanya virus corona yang saat ini sudah dalam kondisi membaik dan tidak terlalu membahayakan. Hal itu dikarenakan tingkat kepatuhan masyarakat yang tinggi, sehingga dengan lockdown tiga bulan mampu menekan angka kekhawatiran persebaran covid-19.

"Saat ini angka persebaran covid-19 di masyarakat semakin tinggi, sudah menembus angka 100.000, sudah lebih tinggi dari negara yang pertama kali, kita sudah di atas 100.000 dan kematian sudah mendekati angka 4.000 orang, tentu saja ini angka yang besar," tegas KH Zaitun.

Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat membantu menekan laju persebaran virus corona ini dan sama-sama menyadari bahwa covid-19 sangat berbahaya.

"Memang kalau sudah terjadi tidak bisa lepas dari takdir, tapi sebagai umat Islam, kita harus melakukan ikhtiar, dan inilah yang dilakukan MUI agar umat dapat bukan saja terhindar dari covid-19, tapi juga menjadi contoh bagi yang lainnya baik di negeri ini maupun tempat lain tentang bagaimana kita berinteraksi dan menghadapi covid-19," ungkapnya.

Ketua umum Wahdah Islamiyyah tersebut juga berpesan agar masyarakat sebagai umat bisa saling memperkuat, saling mengingatkan dan menyadarkan, juga membangun keprihatinan atas kondisi saat ini.

Baca juga: Intip Perayaan Idul Adha di Kampung Mualaf Baduy 

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan menjelaskan pentingnya kerja sama seluruh elemen untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam melihat covid-19 ini sebagai wabah yang membahayakan.

Jika hanya berpangku tugas kepada pemerintah, maka edukasi tentang bahaya covid-19 tidak akan tersampaikan secara maksimal kepada masyarakat.

"Semua kebutuhan untuk penyembuhan dan pencegahan covid masih sangat terbatas. Jadi cara yang terbaik adalah mengubah mindset masyarakatnya dari yang awalnya mudah menulari menjadi tidak mudah menulari," paparnya.

Lilik juga menjelaskan mengenai empat tahap strategi untuk mengubah pola pikir masyarakat, yakni dimulai dari tahap ‘to know’. Tahapan pertama ini dilakukan dengan memberi tahu masyarakat bahwa pandemi ini ada dan nyata.

Selanjutnya naik kepada tahap kedua ‘to understand’, mengajak masyarakat untuk mengerti apa dan seperti apa dampak dari pandemi ini, serta bagaimana cara pencegahan dan penanganan virus ini.

Baca juga: Apa Sih Hukumnya Berjimak di Hari Tasyrik? 

Tahapan ketiga yaitu penanaman 'deep awareness'. Dalam tahapan ini dilakukan penyadaran secara mandalam kepada masyarakat bahwa covid-19 adalah virus yang harus dihadapi secara serius dan diperlukan kerja sama seluruh lapisan masyarakat dalam menekan laju penularannya.

Tahap keempat yakni aksi. Setiap protokol kesehatan yang sudah tersampaikan kepada masyarakat agar diwujudkan dalam bentuk aksi nyata bersama.

"Menjelaskan protokol kesehatan kepada masyarakat tidaklah mudah, saya tiga hari mengumpulkan pemerintah daerah, lembaga usaha, para akademisi, MUI (ulama), budayawan, dan sebagainya untuk membantu menjelaskan ini kepada masyarakat," paparnya.

Baca juga: Jamaah Haji Tawaf Ifadah dengan Jaga Jarak Sesuai Protokol Covid-19 

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini