Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terungkap, Ini Alasan Investor AS 'Malas' Investasi di Indonesia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 620 2256787 terungkap-ini-alasan-investor-as-malas-investasi-di-indonesia-vncKlK3orF.jpg Dolar AS (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi di seluruh dunia terganggu. Salah satunya pada pertumbuhan investasi di Indonesia.

Mantan Penasihat Jenderal Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat John Gardner mengungkapkan penyebab perusahaan AS kesulitan berinvestasi di Indonesia. Hal ini dikarenakan banyaknya regulasi di pemerintahan yang harus dilalui para investor agar mendapatkan izin menanamkan modal.

"Sebuah data menunjukkan bahwa regulasi di Indonesia tidak mendukung perusahaan-perusahaan AS untuk berinvestasi di Indonesia, kalau mau dilihat seperti ini kita mau investasi tapi harus izin kesini lalu ada lagi perizinannya ke sini," ujar Gardner dalam webinar, Selasa (4/8/2020).

Baca Juga: Kabar Gembira, Investor Gratis Pakai Kawasan Industri Batang Selama 10 Tahun 

Dia mengatakan, adanya pengurangan regulasi dan pemetaan rantai pasok adalah kunci agar Indonesia dapat bersaing dengan negara kompetitor. Dua hal ini akan memberi kepastian pada investor dan supplier sekaligus meningkatkan kemudahan berbisnis di Indonesia.

"Indonesia dapat memanfaatkan momen ini untuk menarik lebih banyak investor asing. Tawarkan nilai proposisi baru bagi Investor asing dengan risiko dan biaya produksi yang lebih rendah,” katanya.

Baca Juga: Kepala BKPM Akui di Indonesia Serba Mahal, Investor pun Kabur 

Dia menambahhkan Indonesia memiliki beberapa tantangan untuk mewujudkan hal tersebut. Menurutnya, regulasi pemerintah dan daerah masih menghambat kemudahan berbisnis di Indonesia. Untuk itu dia menyarankan agar Indonesia bergerak cepat dalam menangani hal ini.

“Kemudahan berbisnis di Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara kompetitor akibat regulasi. Saya menyarankan agar Indonesia bergerak lebih cepat untuk mengejar ketertinggalan ini,” tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini