Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Anak Ditendang Disuruh Belajar di Dapur, Pelaku Ngaku Hanya Bercanda

Subhan Sabu, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 620 2261776 viral-anak-ditendang-disuruh-belajar-di-dapur-pelaku-ngaku-hanya-bercanda-5gwbOxG1ZP.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

MANADO - Video penganiayaan terhadap anak kecil yang viral di Manado dianggap hanya sebagai gurauan belaka oleh terduga pelaku yang merupakan ayah kandung dari korban sendiri.

Koordinator Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Irma Angkouw mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan ibu korban lewat telefon.

"Dan ibunya sempat mengirimkan tangkapan layar percakapan mereka lewat aplikasi WA. Dan terduga memang mengaku bahwa itu cara dia bercanda pada anaknya," Kata Irma, Kamis (16/8/2020).

Namun menurut Irma, orang awam saja kalau lihat video itu mereka akan tahu bahwa itu sudah lewat dari batas bercanda, dan itu dilakukan bukan hanya sekali.

"Dari pernyataan ibu korban, ini sudah kesekian kali terduga melakukan tindakan seperti itu, direkam dan dikirimkan kepada ibu dari korban. Dan di situ di rekaman video, saya rasa ada sedikit kata-kata mengancam diakhir video, itu juga kena pasal pengancaman," ujar Irma.

Ia juga mengatakan terduga berdalih melakukan hal tersebut atas dasar mendidik anaknya untuk fokus belajar di rumah.

Namun dengan perlakuan berupa kekerasan seperti itu, kata Irma, sebenarnya sudah masuk pasal kekerasan terhadap anak.

"Dan kami di sini sebagai pendamping kasus, untuk kasus kali ini kami akan mendampingi sampai proses persidangan nanti. Dan kami akan upayakan keadilan bagi anak-anak yang mengalami kekerasan di keluarganya sendiri," jelas Irma.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Tommy Aruan mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap orangtua laki-laki dari korban.

Baca Juga:  Viral Video Penganiayaan Anak, Diduga Dilakukan Ayah Kandung

"Dan untuk saat ini kita masih mendalami apakah peristiwa yang terekam dalam video tersebut yang sudah tersebar di sosial media, apakah peristiwa itu merupakan peristiwa pidana atau bukan. Nah ini nanti akan kita tindak lanjuti dengan memintakan visum kepada dokter untuk melakukan pemeriksaan fisik kepada anak, apakah ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh dari anak akibat pemukulan tersebut," pungkas Tommy Aruan.

Sebelumnya dikabarkan dalam video berdurasi 30 detik yang dibagikan oleh akun Facebook @AL'vhyra Gobel, tampak seorang anak kecil memakai kaos lengan pendek warna oranye dan bercelana pendek sedang duduk menangis menahan sakit dan menutupi kepalanya dengan tangan.

Terlihat anak malang itu mendapat beberapa kali tendangan di bagian punggung dan kakinya. Pelaku dalam video sambil menganiaya memerintah anak tersebut untuk membuka bukunya dan disuruh berdiri untuk belajar di dapur.

(abp)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini