Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peran Muhammadiyah di Balik Kemerdekaan Indonesia

Senin 17 Agustus 2020 08:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 17 620 2263259 peran-muhammadiyah-di-balik-kemerdekaan-indonesia-5il3wDGjLQ.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BANYAK rangkaian sejarah di balik proses berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sebagai dasar negara.

Sayangnya, nyaris tak ada yang mengaitkan peristiwa kemerdekaan Indonesia dengan peran sentral Muhammadiyah beserta para tokohnya.

Padahal ormas Islam terbesar kedua di Indonesia itu punya andil besar terhadap terbukanya pintu gerbang kemerdekaan Indonesia.

Muhammadiyah telah melakukan proses-proses yang sangat menentukan bagi berdirinya negara Indonesia serta mempertahankan kedaulatannya.

Sekertaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan, sejarah tentang peran besar Muhammadiyah terhadap masa depan bangsa perlu diangkat kembali sebagai warisan sejarah, dan dalam beberapa hal juga berkaitan dengan championing the history (memperjuangkan dan memenangkan sejarah).

Maka upaya dalam meluruskan arah sejarah harus dilakukan. Makna dan spirit dari sejarah adalah agar kita bisa meniti ke arah masa depan yang lebih baik. Karena dari sejarah kita belajar tentang masa lalu untuk masa depan.

Baca juga: Kiai Ahmad Dahlan, Ulama Pejuang Pelopor Pendidikan Islam Modern

“Sejarah bukan hanya tentang capaian masa lalu yang indah dari generasi terdahulu. Tapi sejarah adalah semua hal mengenai catatan-catatan penting yang semestinya kita ambil nilai dan maknanya,” kata dia, dikutip dari laman Suara Muhamamdiyah.

Abdul Mu'ti menjelaskan, dalam banyak hal, sejarah ditentukan oleh bagaimana sejarah tersebut ditulis. Munculnya gejala-gejala yang menjadi polemik publik (RUU HIP) yang sebenarnya sudah selesai menandakan bahwa bangsa ini belum selesai dengan catatan-catatan sejarahnya.

“Cara kita memaknai sejarah menjadi bagian penting dalam membangun harkat dan martabat bangsa kita di mata bangsa lain. Karena itulah sejarah penting untuk ditulis. Siapa melakukan, apa, dan untuk siapa,” tuturnya.

“Dengan spirit ini mudah-mudahan kita tergerak. Tidak hanya berdakwah dan berkiprah di internal persyarikatan, tapi juga ikut bergerak dan berperan dalam menentukan arah perjalanan bangsa di masa sekarang dan masa depan,” tambah dia.

Sementara, Wakil Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah, Sudarnoto Abdul Hakim, menuturkan, sejarah tidak cukup hanya dipahami sebagai kumpulan fakta-fakta, tapi yang jauh lebih penting dari itu adalah narasinya. Peristiwa sejarah yang sama dengan faktanya sangat tergantung pada siapa yang mampu memahami sejarah dengan baik.

Manakala berbicara tentang kemerdekaan, Muhammadiyah telah melakukan dua hal penting dalam proses kemerdekaan Indonesia. Pertama, melakukan pembaharuan, oleh sebab itu KH Ahmad Dahlan disebut sebagai tokoh pembaharu.

Sedangkan kedua, Muhammadiyah telah berkiprah di dunia pendidikan. Hal ini merupakan sumbangsih besar Muhammadiyah kepada bangsa yang tidak terbantahkan.

“Kedua hal inilah yang akhirnya melahirkan sebagian besar dari intelektual Indonesia yang memiliki peranan penting hingga sekarang," tuntasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini