Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teten Masduki: Saya Ditugaskan Presiden, Isu Terbesar Impor Daging Sapi

Ferdi Rantung, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2020 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 620 2264486 teten-masduki-saya-ditugaskan-presiden-isu-terbesar-impor-daging-sapi-uPoDe79DPG.jpg Teten Masduki (Foto: Dok Kemenkop UKM)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menilai program Pasar Laut Indonesia dan Sistem Resi Gudang Ikan yang dihadirkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membawa kesejahteraan masyarakat dan para pelaku UMKM. Sebab, 96 persen di sektor perikanan masih UMKM .

"Peluncuran pasar laut Indonesia dan sistem resi gudang ikan,saya kira hak ini jelas-jelas akan memberi manfaat yang luar biasa pada UMKM," kata Teten dalam soft launching Pasar laut Indonesia dan Sistem Resi Gudang Ikan secara virtual, Rabu (19/8/2020).

Baca Juga: Pasar Laut Indonesia, Menteri KKP: Jurus Menang Lawan Covid-19

Dia juga menyampaikan, sistem resi gudang sangat tepat diterapkan pada masa pandemi covid-19 seperti ini. Sebab, pandemi telah menyebabkan permintaan menurun.

Namun ternyata, saat pandemi ini makin digemari oleh masyarakat dunia. karena ikan masuk ke dalam healthy food

"Saya membaca laporan FAO di tengah pandemi covid-19, konsumsi ikan tumbuh 3,1%. Hal ini lebih tinggi dari pada pertumbuhan konsumsi protein lainnya yang hanya 2,1%," jelasnya

Baca Juga: Harga Udang Mahal saat Pandemi, Menteri Edhy: Tingkatkan Produksi

Untuk itu, Lanjut Teten, Pemerintah harus menggiring masyarakat untuk beralih untuk mengkonsumsi ikan. Apalagi, Indonesia memiliki laut yang sangat luas.

"Ketika saya ditugaskan oleh pak Presiden untuk masalah pangan, isu yang terbesar terus-menerus impor daging sapi. Kalau swasembada sapi tidak mungkin, karena lahan hampir tidak memadai, sementara laut begitu luas, kita mesti giring berubah cara konsumsi masyarakat kita," tandasnya.


Ajak KKP Bangun Koperasi Perikanan

Teten Masduki mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang fokus dalam pengembangan koperasi pangan salah satunya komoditi perikanan. Hal ini dilakukan untuk mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) naik kelas.

Menurutnya, berkoperasi sangat penting agar skala usaha yang kecil-kecil menjadi lebih besar. Sehingga kegiatan produksinya menjadi lebih efisien, pembiayaannya menjadi mudah dan akses pasarnya menjadi lebih besar

"Saya kira, Pak Edhy kita perlu kerja sama untuk membentuk koperasi di Sektor perikanan, sehingga memudahkan pengelolaan ekonomi di sektor ini" kata Teten.

Dia menjelaskan, dengan laut yang luas, sektor perikanan memiliki potensi cukup besar bila digarap bersama. Apalagi, KKP yang diberikan oleh Presiden dalam membuat 300 ribu hektare tambak.

"Kita harus mulai mengubah nelayan-nelayan perorangan menjadi berkelompok dan berkoperasi. lalu dari skala usaha-usaha yang kecil kita konsolidasi menjadi usaha yang berskala. Koperasi akan menjadi partner kami dalam pengembangan UMKM," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini