Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakar Linguistik Forensik Komentari 'Anjay' Lutfi Agizal: Tak Perlu Dirisaukan!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 03 September 2020 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 620 2272243 pakar-linguistik-forensik-komentari-anjay-lutfi-agizal-tak-perlu-dirisaukan-G8rB52uclT.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Menjadi polemik ketika kata 'anjay' ini dianggap bernada negatif. Padahal, sambung Prof Mahsun, jika dinilai memiliki makna negatif, harus dilihat dulu penggunaannya di mana, oleh siapa, dan kapan. "Harus dilihat konteks kalimatnya disampaikan pada waktu kapan, oleh siapa, dan di mana," ujar Prof Mahsun.

Salah satu contoh yang sangat jelas bisa terlihat pada penggunaan kata 'Jancuk' oleh sebagian besar masyarakat Surabaya, Jawa Timur. Jika melihat hanya dari definisi, kata tersebut memang negatif, tapi bagi masyarakat Surabaya, kata tersebut bukan hal tabu untuk dikatakan dan begitu santai diucapkan di tongkrongan atau di kalangan anak muda.

"Hayo, bagaimana dengan kata 'Jancuk' atau 'Cuk' yang banyak diselipkan masyarakat Surabaya saat berkomunikasi? Positif atau negatif makna dari suatu kata itu tergantung pemakaian kata tersebut," tegas Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Periode 2012-2015 tersebut.

Baca Juga: Lutfi Agizal Akhirnya Minta Maaf dan Berhenti Bahas Istilah Anjay

Kembali ke persoalan 'anjay', kata tersebut jika ditelaah, biasa diucapkan oleh anak muda dan itu mereka anggap sebagai identitas kelompoknya. "Jadi, ya, biarkan saja. Itu cara mereka berkomunikasi dengan kelompoknya," kata Prof Mahsun.

"Sama halnya dengan pengalaman kecil saya di Sumbawa. Dulu, saat masih kecil, anak-anak di sana membuat kata baru dari kata dasar bahasa Indonesia yang sudah ada. Jadi, kalau mau bilang makan, maka kami mengucapkannya menjadi ma-da-ka-dan (dibaca: madakadan). Itu tuh penanda identitas saja, sekali lagi, tergantung siapa pemakainya," tambah Prof Mahsun.

Prof Mahsun pun menekankan agar masyarakat tidak usah risau dengan terciptanya kata 'anjay' yang diresahkan Luthfi Agizal. Sekali lagi, suatu kata akan punah dengan sendirinya dan sementara itu masih ada, maka menjadi identitas dari kelompok tertentu di masyarakat.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini