Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PSBB Jakarta Kembali Ketat, Pelaku Wisata Minta Pinjaman Lunak

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 14 September 2020 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 620 2277672 psbb-jakarta-kembali-ketat-pelaku-wisata-minta-pinjaman-lunak-popbGq7pdn.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PEMBATASAN Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta Total mulai berlaku Senin (14/9/2020). Tempat wisata dan hiburan di ibu kota pun terdampak, sehingga warga Jakarta tak bisa lagi piknik untuk mengusir kebosanan.

Hal ini pun membuat pengelola tempat wisata, juga perusahaan perjalanan wisata tedampak. Semenjak pandemi Covid-19, pendapatan menurun karena tak boleh ada wisatawan yang melancong.

Kendali demikian, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Nunung Rusmiati mendukung penuh keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Jakarta.

Rusmiati meminta agar pemerintah tetap memperhatikan nasib para pekerja di sektor pariwisata yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga: New Normal, Turis Bisa Liburan Mewah di Labuan Bajo

bali

"Apapun yang disarankan pemerintah, pemerintah pasti lebih tahu duduk perkaranya. Kami mendukung, namun, niat baik itu harus dipikirkan juga terutama di bidangan pariwisata yang saat ini pelan-pelan sudah merangkak kembali," tuturnya saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Senin (14/9/2020). baru-baru ini.

Paling tidak, lanjut Rusmiati, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diberikan stimulus bantuan atau privilege khusus agar dapat tetap beroperasi di masa PSBB. Hal ini senada dengan rekomendasi yang disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio.

 

Rusmiati mengatakan bahwa Menparekraf Wishnutama juga telah meminta Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan keringangan, agar usaha pariwisata dan ekraf tetap berjalan selama PSBB total berlangsung.

"Sebelum kebijakan PSBB total ini muncul kembali, para pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata itu sudah menjalankan protokol kesehatan dengan sangat baik. Kami bahkan sudah mendapatkan apresiasi langsung dari Pemprov DKI Jakarta," ungkap Rusmiati.

Baca Juga: 10 Tempat Tersembunyi dengan Pemandangan Anti-Mainstream di Bali

Namun jika sektor ini akhirnya terpaksa ikut ditutup, Rusmiati meminta pemerintah untuk memberikan bantuan stimulus kepada para pelaku wisata yang selama ini menggantungkan hidupnya di dunia pariwisata.

"ASITA itu membernya kurang lebih 7.000 travel agent. Dan 90% di antaranya sudah tidak ada kegiatan sama sekali selama y bulan terakhir ini. Sekarang mau bergerak eh tiba-tiba adalagi. Bisa dibilang kami sudah hancur lebur. Apalagi selama ini, ASITA belum mendapat bantuan dari pemerintah," terang Rusmiati.

Padahal, ASITA merupakan salah satu asosiasi pariwisata di Indonesia yang menyumbang devisa terbanyak, dan gencar mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah internasional.

"Kalau kita promosi ke luar negeri seperti Eropa, Amerika, Australia, Jepang, dan Korea itu pakai uang sendiri. Sekarang kamu sudah tidak neko-neko, kalau bisa tolong kami diberi pinjaman lunak. Karena dari Februari sampai sekarang kami tidak dapat apa-apa," tutup Rusmiati.

Sekadar informasi, pada Rabu malam 9 September 2020 lalu, Gubernur Anies Baswedan telah memutuskan bahwa DKI Jakarta akan kembali menerapkan PSBB total yang diberlakukan pada Senin 14 September mendatang. Data terakhir yang berhasil dihimpun Okezone, kebijakan tersebut akan berlangsung selama dua pekan.

Selama PSBB total, Gubernur Anies Baswedan mengatakan bahwa seluruh tempat hiburan dan objek wisata di ibu kota akan ditutup. Hal inilah yang kemudian memicu polemik di tengah pelaku wisata Tanah Air.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini