Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti: Covid-19 Jadi 'Penyakit Biasa' Asal Herd Immunity Tercapai Sempurna

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 620 2278563 peneliti-covid-19-jadi-penyakit-biasa-asal-herd-immunity-tercapai-sempurna-6ME86XhLxp.jpg Patuhi protokol kesehatan (Foto : Okezone)

Covid-19 akan menjadi 'penyakit biasa' suatu hari nanti. Hal ini serupa dengan pandemi flu Spanyol yang terjadi puluhan tahun lalu.

Tapi, ada hal yang mesti terjadi sampai akhirnya Covid-19 bisa menjadi 'penyakit biasa' yaitu herd immunity secara sempurna. Artinya, virus memang harus bersahabat dengan tubuh semua orang dan kalau ini sudah terjadi, Covid-19 bisa jadi penyakit musiman seperti flu.

Pernyataan itu terlontar dari hasil penelitian di Frontiers in Public Health. Dalam keterangan studi tersebut pun diterangkan kalau hingga saat ini herd immunity belum sempurna dan karena itu virus akan terus menyebar di tengah masyarakat.

"Covid-19 akan bertahan dan akan terus menyebabkan wabah sepanjang tahun sampai herd immunity tercapai. Oleh karena itu, masyarakat perlu belajar menghadapinya dan terus mempraktikkan protokol kesehatan dengan tepat, termasuk menggunakan masker, jaga jarak, dan menjaga kebersihan tubuh," kata dr Hassan Zaraket dari American University of Beirut di Lebanan.

New Normal

Setidaknya sudah ada empat virus corona yang kini menjadi penyebab penyakit biasa. Sebut saja salah satunya SARS (2002-2003) yang merenggut 800 nyawa. Laporan 2004 menjelaskan, tidak ada yang tahu pasti alasan wabah SARS terjadi.

"Pemahaman kami mengenai hal yang menghilangkan wabah atau munculnya penyakit menular masih terpisah-pisah, makanya itu yang membatasi kami memprediksi apa dan kapan SARS akan muncul lagi," tambahnya.

Baca Juga : Pesona Tasya Farasya Tampil Fierce di Pemotretan Terbaru, Bikin Jatuh Cinta!

Zaraket melanjutkan, memang benar sebagian besar patogen pernapasan manusia kambuh di musim dingin, tetapi apresiasi baru atas beban penyakit yang tinggi di daerah torpis memperkuat pertanyaan tentang penjelasan yang hanya bergantung pada udara dingin atau kelembapan rendah.

Untuk studi baru, peneliti mengulas virus musiman yakni flu dan beberapa jenis virus korona yang menyebabkan flu biasa. Jadi, para peneliti memeriksa faktor virus dan 'host' yang mengontrol musim serta pengetahuan terbaru tentang stabilitas dan penularan SARS-CoV2.

Di dunia penelitian, tengah berlangsung perdebatan tentang mengapa beberapa virus pernapasan bersifat musiman. Beberapa faktor diuji salah satunya soal keterlibatan suhu dingin dan tingkat kelembapan yang lebih rendah yang mana dua faktor ini memungkinkan virus bertahan di udara dan permukaan dalam jangka waktu yang lebih lama.

"Kerentanan masyarakat terhadap infeksi dan perilaku manusia itu sendiri seperti kerap berada di ruangan yang padat memengaruhi terciptanya virus musiman. Itu pun menjadi faktor yang memengaruhi transmisi virus pernapasan dari waktu yang berbeda sepanjang tahun," tambahnya.

New Normal

Tapi, bicara soal Covid-19, penyakit infeksi yang satu ini tidak seperti virus pernapasan pada umumnya. Sebab, tingkat penularan Covid-19 (R0) dinilai lebih tinggi pada populasi yang sebagian besar 'naif' secara imunologis.

"Ini adalah penyakit baru dan sekalipun penelitian terus dilakukan untuk membongkar penyakit yang satu ini, tetap saja ada hal-hal yang belum terpecahkan. Apakah prediksi para peneliti tepat tentang Covid-19 akan menjadi penyakit biasa, hanya waktu yang bisa menjawab. Tapi kami pikir itu sangat mungkin, karena pada akhirnya penyakit infeksi yang disebabkan dari virus corona akan menjadi penyakit musiman," terang Zaraket.

Sementara itu, penulis penelitian tetap meminta untuk seluruh negara yang masih berusaha melawan pandemi Covid-19 terus memperketat upaya penyebaran virus corona di tengah masyarakat sampai herd immunity tercapai sempurna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini