Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendengaran Terganggu Jadi Gejala Baru Covid-19, Benarkah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 21 September 2020 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 620 2281233 pendengaran-terganggu-jadi-gejala-baru-covid-19-benarkah-UG5G3CfR10.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Perkembangan informasi mengenai Covid-19 terus terjadi. Jika sebelumnya tidak bisa mencium bau dikategorikan sebagai gejala Covid-19, kini ada kemungkinan gejala penurunan kemampuan mendengar masuk ke dalam gejala baru Covid-19.

Menurut laporan Huffpost, studi yang dipimpin para peneliti di The University of Manchester coba meninjau riwayat klinis dan hasil dari 121 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Hasilnya, peneliti menemukan ada 16 pasien (13,2%) melaporkan perubahan pendengaran atau tinnitus sejak awal terinfeksi Covid-19.

Pendengaran

Hasil studi yang diterbitkan dalam Jurnal of Audilogy ini menunjukkan adanya hubungan dengan studi sebelumnya yang dilakukan d Mesir maupun Thailand. Di sisi lain, peneliti dari Manchester itu menyimpulkan bahwa laporan gejala audio-vestibular pada kasus Covid-19 yang dikonfirmasi sedikit dan kualitas publikasi buruk.

Baca Juga : Inspirasi Outfit WFH ala Luna Maya, Penampilan Makin Stylish!

Prof Kevin Munro, profesor audiologi di The University of Manchester dan wakil direktur NIHR Manchester Biomedical Research Center, menjelaskan bahwa ada kemungkinan ketika seseorang terinfeksi Covid-19, kemamuan mendengarnya berkurang. Namun, catatnya, mengapa dan sejauh mana dampak tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut.

"Kami tahu bahwa virus seperti penyebab campak misalnya, dapat merusak telinga, baik koklea dengan sel-sel sensorik halus atau merusak saraf pendengaran," terangnya.

Fakta membuktikan, sambung dia, pada kasus Covid-19, beberapa pasien mengeluhkan hal yang sama. Tapi, terlalu dini untuk mengatakan dengan pasti bahwa gangguan pendengaran disebabkan oleh infeksi Covid-19.

Ada sejumlah alasan mengapa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit melaporkan penurunan pendengaran tersebut. Misalnya saja efek lingkungan yang tak biasa ataupun masker wajah yang dapat mengubah persepsi pendengaran. Kecemasan akan pandemi pun ternyata mampu menyebabkan orang melaporkan kemampuan mendengarnya berkurang.

"Ditambah lagi, ada kemungkinan gejala tersebut muncul karena efek obat-obatan yang mesti dikonsumsi pasien Covid-19 dalam jangka waktu tertentu. Jadi, bukan semata-mata efek infeksi virusnya," tambah dia.

Gangguan Pendengaran

Karena diperlukan studi yang lebih besar, Prof Munro menyatakan siap melakukan studi klinis dan diagnostik yang komprehensif tentang pendengaran pada pasien Covid-19 ini. Hal ini tentunya akan membantu peneliti memahami mengapa begitu banyak yang melaporkan masalah pendengaran tersebut.

Para peneliti menyarankan, jika Anda mengalami gangguan pendengaran, secara tiba-tiba dan terjadi pada kedua area telinga, maka Anda mesti menghubungi dokter Anda atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini