Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkumur Air Garam Diklaim Bunuh Virus Corona di Tenggorokan, Benarkah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 23 September 2020 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 620 2282625 berkumur-air-garam-diklaim-bunuh-virus-corona-di-tenggorokan-benarkah-nZjBLpWaMc.jpg Berkumur air garam (Foto : Medicaldaily)

Dijelaskan di sana, konsentrasi klorin dalam air ledeng di Jepang itu mencapai lebih dari 0,1 mg/L hingga 0,5-0,8 mg/L di beberapa daerah yang mana itu cukup untuk memastikan inaktivasi virus.

Ion klorida dalam larutan garam hipertonik telah terbukti juga menghambat replikasi virus dan digunakan oleh sel untuk memproduksi asam hipoklorit untuk memberikan efek antivirus.

Menjadi catatan, meskipun berkumur dengan larutan klorida (air garam) memiliki hasil yang positif, penelitian skala besar lebih lanjut diperlukan untuk menentukan konsentrasi klorida dan frekuensi berkumur yang ideal untuk mencapai harapan yang diinginkan.

"Berkumur ini hampir dikatakan gratis tetapi memiliki manfaat sosial dan ekonomi dari pengurangan ISPA yang sangat besar," tulis peneliti.

Berkumur

Peneliti menuliskan juga bahwa meskipun berkumur membantu membersihkan mulut dan tenggorokan, sayangnya masih belum ada uoaya yang bisa dilakukan untuk membersihkan saluran pernapasan. Selain itu, saat ini belum ada bukti yang ditemukan untuk membantu menghilangkan Covid-19.

Untuk pasien dengan hipertensi dan penyakit ginjal, konsumsi garam yang berlebihan pun harus dihindari. Orang dengan refleks menelan tidak normal pun harus menghindari berkumur air garam untuk mencegah tersedak dan pneumonia aspirasi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa berkumur air garam dapat mengurangi viral load di tenggorokan pasien ISPA. Ingat, ini hanya mengurangi bukan membasmi virus secara keseluruhan, tapi tetap saja memberi napas positif.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini