Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dapat Anggaran Rp4,9 Triliun, Ini 3 Strategi Kemenparekraf Bangkitkan Pariwisata pada 2021

Kamis 24 September 2020 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 620 2283034 dapat-anggaran-rp4-9-triliun-ini-3-strategi-kemenparekraf-bangkitkan-pariwisata-pada-2021-hRaVXBkvj9.jpg Bali siap sambut kembali wisatawan (Foto Kemenparekraf)

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan mendapatkan anggaran Rp4.907.148.382.000 pada APBN 2021, salah satunya untuk pemulihan pariwisata yang terpuruk akibat Covid-19.

Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia sudah menyepakati pagu anggaran untuk Kemenparekraf sebesar angka tersebut.

Jumlah ini mengalami kenaikan 19,4 persen atau Rp795.710.814.000 dari pagu indikatif (ancar-ancar pagu anggaran) TA 2021 sebesar Rp 4.111.437.568.000.

Baca juga: Pesona Pulau Habe Merauke, Rio de Janeironya Indonesia 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Rabu 23 September kemarin, mengapresiasi dukungan DPR kepada pemerintah khususnya dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Belanja pemerintah merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga perputaran roda ekonomi dalam masa pandemi ini. Anggaran tidak hanya bicara seputar angka-angka rupiah, tapi anggaran yang ada merupakan upaya implementasi dari kebijakan agar berdampak bagi masyarakat. Sehingga kebijakan mampu memberikan harapan baru untuk tahun depan sebagai tahun pemulihan," kata Wishnutama seperti dikutip dari lama resmi Kemenaparekraf, Kamis (24/9/2020).

Wishnutama menjelaskan Kemenparekraf memiliki tiga program strategis dalam penggunaan APBN 2021.

Ketiganya yakni percepatan pemulihan pariwisata, pariwisata berkualitas, dan ekonomi kreatif, serta digitalisasi dan kedaulatan digital. Ketiga program strategis tersebut akan diimplementasikan di tiap level kedeputian.

Menparekraf juga menyampaikan kembali strategi Kemenparekraf yang telah dan akan dijalankan dalam upaya pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif akibat pandemi Covid-19.

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, mitigasi dampak pandemi Covid-19 bertujuan untuk membangun ketahanan dan menyelamatkan perekonomian, yang dilaksanakan melalui tiga program utama. Yaitu program perlindungan sosial, program padat karya, juga program stimulus.

Wishnutama menjelaskan, terlepas dari upaya yang sudah dilakukan, pihaknya juga melihat perlu adanya usaha ekstra agar industri sektor pariwisata dan ekonomi kreatif segera pulih. Usaha ekstra ini diperlukan karena ada beberapa isu yang menghambat pemulihan, di antara sekian isu tersebut ada dua isu yang dominan.

Isu yang pertama adalah "Fear Factor" yang menurut data dari McKinsey, masyarakat Indonesia mayoritas khawatir tentang penggunaan layanan transportasi umum, bepergian menggunakan pesawat, dan menginap di hotel. Tiga kategori kegiatan oleh McKinsey tersebut sangat terkait dengan sektor pariwisata.

Isu yang dominan kedua adalah soal daya beli. Menurut data dari McKinsey, terlihat ¾ dari konsumen mengalami penurunan pendapatan dan penurunan nominal tabungan yang dialami masyarakat. Dari data ini bisa disimpulkan bahwa secara logika masyarakat hanya akan mengeluarkan uang untuk kebutuhan pokok karena pendapatan yang menurun.

"Pengeluaran untuk berwisata akan menjadi hal yang sekunder bagi kebanyakan orang. Ini tentu menjadi tantangan bagi kami untuk membangkitkan industri pariwisata pascapandemi, dan membantu industri pariwisata bertahan di tengah pandemi," kata Wishnutama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini