Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Fakta Hadapi Resesi di Depan Mata, Segera Siapkan Dana Darurat

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 28 September 2020 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 620 2283733 5-fakta-hadapi-resesi-di-depan-mata-segera-siapkan-dana-darurat-cxQbLjaxi3.jpg Indonesia Terancam Resesi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Indonesia bisa dipastikan mengalami resesi. Sebab, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan memproyeksi perekonomian akan kembali minus 2,9% hingga minus 1%.

Lantas apa yang harus disiapkan jika Indonesia resesi? Haruskah panik bila resesi itu benar-benar terjadi?

Okezone merangkum fakta-fakta terkait resesi di depan mata, Senin (28/9/2020):

1. Kita Sudah Resesi

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu memproyeksi perekonomian akan kembali minus 2,9% hingga 1%. Artinya, Indonesia sudah mengalami dua kali perekonomian minus, setelah sebelumnya pada kuartal II-2020 minus 5,3%.

“Kalau dilihat di kuartal I melambat di bawah 5% , kuartal II apalagi, dalam sekali. Kuartal III expect di kisaran minus 2,9% dan minus 1%, berarti sudah resesi, sudah perpanjangan perlambatan ekonomi kita,” ujar Febrio.

2. Covid Jadi Biang Kerok

Badan Kebijakan Fiskal menilai hampir seluruh negara juga mengalami resesi di tahun ini. Sebab sumber resesi sama di semua negara, yakni Covid-19.

3. Aminusi untuk Hadapi Resesi

Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini, uang cash memang sangat penting untuk dimiliki pada situasi seperti saat ini. Namun, perlu juga alternatif pembiayaan lain yang harus disiapkan.

Sebab, kata Mike, jika hanya mengandalkan uang cash dalam hal ini berupa dana darurat tidak akan cukup untuk mengcover semua kebutuhan. Mengingat kebutuhan di saat pandemi ini sangat besar.

“Tapi kan tidak semuanya kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan yang namanya emergency itu tidak bisa ditebak berapanya karena itu jika tidak bisa kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan akan cash itu akan sangat besar," ujarnya.

4. Mulai Sisihkan Rp1,5 Juta

Dana darurat menjadi hal yang sangat penting untuk disiapkan dalam kondisi saat ini. Dana darurat ini bisa berupa uang cash ataupun tabungan yang mudah untuk dicairkan.

Dana darurat yang bisa disisihkan adalah sebesar 30% dari penghasilan. Artinya jika memiliki penghasilan sekitar Rp5 juta maka dana darurat yang harus disisihkan adalah sebesar Rp1,5 juta setiap bulannya.

5. Resesi Bukan Akhir dari Segalanya

Pengamat Ekonomi Piter Abdullah mengatakan, resesi bukan berarti semuanya selesai. Sebab, masih ada produksi dalam kehidupan dan perekonomian masih tetap jalan.

"Kalau tahun ini produksi 100 unit, tahun depan seharusnya tumbuh 105 unit atau ada kenaikan 5%. Resesi itu terjadi ketika ekonomi tumbuh negatif, dari 100 unit, turun 95 dan berlangsung dua triwulan berturut-turut," tuturnya.

"Jad resesi itu bukan berarti semuanya sudah kiamat, sudah hancur. Tidak. Kita masih berproduksi, masih hidup, output kita masih ada," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini