Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pariwisata Bangkit, Siap-Siap Ada Diskon Paket Wisata 50%

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 26 September 2020 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 620 2284117 pariwisata-bangkit-siap-siap-ada-diskon-paket-wisata-50-G0qCweWOJr.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone/Dimas)

KEMENTERIAN Pariwisisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan telah menyiapkan berbagai strategi penanganan Covid-19. Termasuk memulihkan ekonomi nasional (PEN) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menjelaskan, salah satu sektor ekonomi yang paling terdampak pandemi Covid-19 adalah pariwisata. Saat ini pendapatan mengalami penurunan signifikan akibat terhentinya aktivitas wisata.

“Perlu upaya serius secara bersama-sama dari semua pihak untuk memulihkan kembali industri pariwisata dengan melalukan terobosan yang mampu memberdayakan semua pelaku industri dengan dukungan dana Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Pimpinan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Rakorpim PC-PEN) di Bintan, Kepulauan Riau, Jumat 25 September 2020.

Menparekraf Wishnutama menambahkan, Kemenparekraf menyiapkan anggaran Rp3,8 triliun untuk berabagai program seperti Hibah Pariwisata, Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), Stimulus Reaktivasi Pariwisata, Fasilitas Hotel dengan 3 kali makan dan snack untuk Isolasi Mandiri.

Baca Juga: Yuk, Berwisata dan Staycation di Lido Lake Resort

menpar

“Hibah pariwisata bertujuan membantu destinasi dan usaha pariwisata untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan sehingga meningkatkan trust dan confidence wisatawan di 85 daerah Kabupaten/Kota berdasarkan kriteria seperti 10 DPP, ibu kota, provinsi, destinasi branding, daerah dengan 15 persen PHPR, dan daerah yang termasuk 100 CoE” kata Wishnutama.

Mekanisme hibah pariwisata akan dilakukan melalui transfer ke daerah, 70 persen untuk usaha hotel dan restoran berdasarkan data realisasi PHPR 2019 Pemda masing-masing. Kemudian 30 persen lainnya digunakan daerah untuk menjadi bagian dalam penanganan dampak ekonomi sosial akibat Covid-19 terutama di sektor parwisata.

Untuk Stimulus Reaktivasi Pariwisata, Kemenparekraf memberikan stimulus reaktivasi berupa diskon 50 persen paket wisata yang baru akan dimulai setelah vaksinasi berjalan.

Kemudian terdapat sertifikasi CHSE secara gratis dengan tujuan untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik di destinasi wisata sesuai dengan KMK Kementerian Kesehatan dan buku panduan dari Kemenparekraf sebagai pedoman penerapan.

 

Sebelumnya, saat sambutan pembukaan Rakorpim PC-PEN Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sektor pariwisata menjadi sektor yang sangat terpukul dengan penurunan pendapatan hingga 90 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

"Sektor pariwisata yang biasanya menghasilkan devisa 15 miliar dolar AS setahun, kali ini turun sampai 90 persen," kata Airlangga.

Dia menjelaskan, pariwisata di Kepulauan Riau merupakan salah satu yang paling dalam terpukul selain Bali. Pada kuartal kedua tahun ini, pertumbuhannya minus 6 persen, sedangkan di Bali minus 10 persen. Sebagian besar hotel selama 9 bulan pertama tahun ini hampir tidak melayani tamu karena pembatasan pergerakan di tengah pandemi.

Baca Juga: Peringati Hari Pariwisata Sedunia, Lido Lake Resort Jamin Keamanan dan Kenyamanan Berstandar Safe Travels

menteri

Selaku Ketua Komite PC-PEN, Airlangga mencatat bahwa program PEN baru dimulai di awal Juni 2020. Artinya, tingkat penyerapan 40 persen dicapai hanya dalam kurun 3 bulan 3 pekan.

“Dengan tingkat penyerapan yang makin cepat ke depan, kami perkirakan bahwa anggaran PEN sebesar Rp695 triliun akan dapat terserap hingga 100 persen,” katanya.

Rakorpim PC-PEN tersebut juga dihadiri beberapa menteri kabinet Indonesia Maju dan kepala lembaga seperti, Menkopolhukam Mahfud MD, Menko Marves Luhut B Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kepala LKPP Roni Dwi Susanto, dan Kepala BNPB Doni Monardo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini