Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti China Berusaha Bangkitkan Mayat dengan Teknologi Super Canggih

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 620 2286700 peneliti-china-berusaha-bangkitkan-mayat-dengan-teknologi-super-canggih-AsF6R1AHgG.jpg Ilustrasi (Foto : Asiaone)

Lembaga Penelitian Ilmu Hayati Shandong Yinfeng adalah satu-satunya pusat penelitian krionik di China dan satu dari empat lembaga serupa di dunia. Di sini, layanan yang bisa dipilih salah satunya adalah mengawetkan tubuh pada suhu sangat rendah dengan harapan bisa dihidupkan kembali di masa depan.

Tidak puas sampai di situ, para peneliti di lembaga Yinfeng bahkan rencananya akan melakukan revolusi transplantasi organ, peletakan kembali bagian tubuh, dan perawatan medis lainnya. Upaya ini sangat di luar nalar dan ternyata banyak diminati masyarakat sekarang.

Peneliti China

Menurut laporan Asia One, upaya membekukan atau mengawetkan tubuh itu disebut dengan cryonics. Jadi, teknik tersebut berusaha untuk menjaga tubuh manusia dalam suhu yang sangat rendah dengan tujuan menipu kematian. Ini melibatkan penyimpanan tubuh dalam wadah baja tahan karat dalam nitrogen cair super dingin.

Upaya Cryonics di China dimulai pada 2015. Du Hong, seorang peneliti dari Chongqing dan editor judul fiksi ilmiah Liu Cixin yang terkenal di dunia, The Three-Body problem, menjadi orang pertama yang menjalani prosedur penangguhan setelah dia meninggal karena kanker pankreas di tahun yang sama.

Baca Juga : Cantiknya Wika Salim Pakai Dress Naik Speed Boat, Netizen: Syeger Euy!

Jenazah Du kemudian disimpan di Alcor Life Extension Foundation, penyedia layanan krionik AS yang berbasis di Phoenix, Arizona. Pada tahun yang sama juga, Shandong Yinfeng Life Science Research Institute didirikan di Jinan, Tiongkok timur.

Bicara soal keempat lembaga penyedia layanan 'aneh' ini, pengelola ternyata tidak hanya mengawetkan tubuh manusia, tapi juga hewan. Mereka pun berharap suatu hari nanti dapat menggunakan teknologi super canggih untuk menghidupkan kembali mayat tersebut.

Yinfeng sendiri bermitra dengan rumah sakit dan universitas Tiongkok daratan untuk melakukan penelitian di bidang kriobiologi yang mempelajari pengaruh suhu rendah pada makhluk hidup.

Aaron Draker, direktur pusat respons klins di Yinfeng, menjelaskan bagaimana lembaga pengawetan di China berbeda dari negara lain.

"Alor tidak bermitra dengan fasilitas media apapun. Itu karena tidak beroperasi dengan izin medis. Mereka harus mengikuti hukum di bawah industri pemakaman. Di Alcor and the Cryonics Institute, setelah tubuh dimasukkan ke dalam nitrogen cair, selesai. Itu hanya fasilitas penyimpanan. Ya, sama saja dengan kuburan beku," kata Drake.

Peneliti China

Tapi, kata Drake, pemerintah China tidak mau lembaganya hanya dijadikan kuburan beku. Mereka ingin melihat bagaimana proyek ini dapat bermanfaat bagi semua bidang kedokteran.

"Jadi, kami bekerja dengan ahli anestesi dan perfusionis (orang yang mengoperasikan mesin jantung-paru). Ini adalah proyek berbasis penelitian besar yang menarik buat saya untuk bergabung," tambahnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini