Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Legenda Api Abadi Mrapen, Sepekan Telah Padam

Minggu 04 Oktober 2020 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 620 2288163 legenda-api-abadi-mrapen-sepekan-telah-padam-cSyYiotyiL.jpg Api Abadi Mrapen. (Foto: Instagram/@apiabadimrapen)

SEPEKAN belakangan, objek wisata Api Abadi Mrapen padam. Ada legenda menarik di balik uniknya objek wisata di Grobogan, Jawa tengah ini.

Sejak lama, Api Abadi Mrapen merupakan sumber api yang sering digunakan untuk event-event penting, baik tingkat nasional maupun internasional. Misalnya Pengambilan api obor Asian Games 2019, event PON XIV pada 23 Agustus 1996, dan sebagainya.

Api Abadi Mrapen berlokasi di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah. Asal usulnya merupakan sebuah fenomena geologi api abadi yang keluar dari perut bumi.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Mirip Api Abadi Mrapen di Indonesia

api abadi

Api ini tidak akan pernah padam meski diguyur hujan deras sekalipun. Bahkan, api telah dianggap sakral oleh warga desa setempat, begitupun dengan bangsa lainnya di berbagai negara.

Berdasarkan penelusuran, ada sebuah cerita sejarah yang menjadi asal mula munculnya semburan api dari dalam tanah. Di samping sumber api abadi, juga terdapat sebuah batu bobot serta sumber gas yang menyemburkan air yang menjadi satu rangkaian sejarah.

Sang juru kunci Gunadi yang menjadi salah satu pewaris kompleks api abadi Mrapen mengatakan, kawasan ini merupakan peninggalan Sunan Kalijaga masa Kerajaan Demak. Ada legenda yang melekat di lokasi ini.

Dalam sejarah turun-temurun, api abadi ini merupakan sumber air yang ditemukan oleh rombongan Sunan Kalijaga. Kala itu rombongan sedang memboyong Kerajaan Majapahit seusai ditaklukan oleh Kerajaan Demak masa kepemimpinan Raden Patah.

Dalam perjalanan menuju Kerajaan Demak, rombongan Sunan Kalijaga menyempatkan beristirahat di sebuah hutan yang kini menjadi Desa Manggarmas karena waktu sudah malam. Saat istirahat itu, Sunan Kalijaga melihat semburan api yang muncul dari dalam tanah.

Api itu kemudian digunakan untuk menghangatkan tubuh. Sunan Kalijaga kemudian menggali tanah tidak jauh dari sumber api dan munculah air bercambur gas hingga saat ini.

Baca Juga: Objek Wisata Api Abadi Mrapen Padam Sepekan Terakhir

api abadi

Saat akan meninggalkan lokasi untuk melanjutkan perjalanan ke Kerajaan Demak, Sunan Kalijaga meninggalkan watu bobot atau batu yang digunakan sebagai penyangga tiang kerajaan sempat tertinggal di lokasi api abadi tersebut sebagai tanda kenangan.

Di lain waktu, Empu Supo diutus raja Demak pergi ke Mrapen untuk membuat benda pusaka. Di lokasi inilah sejumlah keris pusaka dibuat dengan menggunakan sumber api dalam tanah yang menyembur dengan landasan watu bobot.

“Sumber api yang terus menyembur ini tidak berbahaya, stabil dan tidak terlalu besar. Sudah sejak 1963 api ini diambil untuk dimanfaatkan dalam berbagai ajang kegiatan,” kata Gunadi dilansir Okezone dari iNews.id.

Kepala Desa Manggarmas Kandit mengungkapkan rasa bersyukurnya dengan keberadaan api abadi di desa mereka. Warga setempat sangat terbantu dengan munculnya titik-titik sumber api di beberapa.

“Semburan gas masih muncul di radius kurang lebih setengah kilometer dari lokasi api abadi Mrapen. Gas ini sudah mulai diberdayakan warga untuk berbagai kebutuhan seperti memasak dan sebagainya,” kata Kandit.

Baca Juga: 4 Air Terjun Populer di Karanganyar, Pesonanya Bikin Hati Adem

Warga tidak cemas dan mulai mengelola sumber gas alam tersebut. Mereka menduga, di dalam tanah terdapat kandungan gas alam yang bisa menimbulkan semburan api jika terkena panas atau percikan api.

Kandit juga menjelaskan, lokasi ini dikeramatkan oleh warga sekitar dan luar daerah. Mereka percaya, doa-doa yang dipanjatkan akan terkabul karena lokasinya sangat hening dan cocok untuk berdoa.

Dalam kepercayaan masyarakat sekitar, barang siapa yang bisa mengangkat watu bobot maka doanya akan terkabul. Tertarik untuk mengunjunginya?

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini