Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Edinson Cavani Bukan Pembelian Panik Man United

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 620 2290721 edinson-cavani-bukan-pembelian-panik-man-united-8O63o364Cp.jpg Edinson Cavani (Foto: Twitter Man United)

MANCHESTER – Pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2020, Manchester United memutuskan untuk merekrut Edinson Cavani. Tak ayal, sejumlah pihak menganggap ini sebagai pembelian panik dan menyayangkan keputusan Dewan Direksi Man United tersebut.

Banyak yang menganggap masa keemasan Cavani sebagai penyerang top telah berakhir. Sebab, kini usianya sudah 33 tahun. Selain itu, kehadiran Cavani juga dikhawatirkan akan menghambat laju perkembangan para penyerang muda Man United karena menit bermainnya berkurang.

Kendati demikian, tanggapan berbeda justru datang dari mantan bomber Setan Merah, Dimitar Berbatov. Menurutnya, Cavani justru akan membuat para penyerang Man United berkembang lebih cepat, karena juru gedor asal Uruguay tersebut bisa menjadi mentor yang layak.

Baca juga: Strategi Man United untuk Datangkan Pemain Dinilai Memalukan

Edinson Cavani

Selain itu, Berbatov juga yakin bahwa Cavani masih memiliki kemampuan untuk tampil di level tertingginya meski sudah tak muda lagi. Berbatov menyamakan Cavani dengan para pemain seperti Zlatan Ibrahimovic dan Henrik Larsson, yang mana masih bisa memberi pengaruh besar meski sudah berusia lebih dari 30 tahun.

"Orang-orang seperti Ibrahimovic dan Henrik Larsson memiliki pengaruh besar di akhir karier mereka di United, dan Cavani dapat melakukan hal yang sama. Dia bisa sangat membantu (Anthony) Martial, (Marcus) Rashford, dan (Mason) Greenwood,” jelas Berbatov, mengutip dari Goal, Kamis (8/10/2020).

“Dia pasti telah berbicara baik dengan Ole (Gunnar Solskjaer) sebelum menandatangani kontrak, dan sementara dia tidak akan menuntut untuk bermain dalam setiap pertandingan, dia juga tidak datang untuk duduk di bangku cadangan,” lanjutnya.

"Beberapa orang akan mengatakan ini adalah pembelian panik, tetapi dengan spekulasi pemain yang gagal direkut (Man United), jelas mereka menginginkan pemain menyerang top,” pungkas Berbatov.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini