Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Para Pencari Kerja di Tengah Badai PHK, Simak 6 Faktanya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 10 Oktober 2020 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 620 2291032 para-pencari-kerja-di-tengah-badai-phk-simak-6-faktanya-3KhFuCfrbZ.jpg Tenaga Kerja (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jumlah pengangguran diprediksi melonjak akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang belum berakhir. Sebab, banyak perusahaan tak bisa bertahan dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Bahkan, jika Indonesia resesi, diprediksi bakal ada 5 juta pengangguran baru. Kendati demikian, ada berapa industri yang masih membuka lowongan kerja di tengah corona.

Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (10/10/2020).

1. 10 Lowongan Pekerjaan yang Dicari Perusahaan

Country Manager Jobstreet Indonesia Faridah Lim mengatakan setelah pihaknya melakukan survei kepada mitra perusahaannya, ternyata mereka masih ada beberapa perusahaan yang akan membuka lowongan pekerjaan.

Baca Juga: 5 Industri yang Terima Banyak Pencari Kerja Selama Covid-19 

Dia menjelaskan, sebanyak 32% perusahaan mencari calon pekerja yang sudah berpengalaman di bidangnya.

"32% perusahaan cenderung aktif melakukan perekrutan karyawan yang kehilangan pekerja akibat covid-19," kata Faridah dalam diskusi daring, Rabu (7/10/2020).

Sementara itu, sebanyak 56% perusahaan tetap akan melakukan seleksi secara ketat sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaannya.

"Sedangkan 56% tidak akan memengaruhi pengalaman, mereka akan sesuai dengan kriteria perusahaan," ujarnya.

10 pekerjaan utama yang diprediksi akan dicari perusahaan dalam 6 bulan ke depan :

Sales atau customer service (27%), admin & HR (27%), accounting (23%), engineering (21%), IT (20%), public relation (18%), manufacturing (15%), management (15%), transportasi dan logistik (12%), banking (10%).

2. 5 Industri yang Terima Banyak Pencari Kerja

Terdapat lima industri yang sangat gesit dalam mencari pekerjaan. Mencari pekerjaan saat pandemi pun lebih kompetitif. Adapun pada perusahaan ternyata mencari pekerja yang memiliki talenta lebih.

Rekrutmen terbesar terjadi di industri manufaktur atau produksi sebanyak 5.273 lowongan. Kemudian kedua di susul industri general trading dan grosir sebanyak 2.703 lowongan.

Lalu ketiga adalah industri perbankan/layanan keuangan 2.497 lowongan, lalu keempat yakni ritel atau merchandise 2.485 lowongan, dan computer atau information technology (software) 2.232 lowongan.

"Industri-industri berat atau yang masih membutuhkan skala power besar itu masih aktif membuka lowongan dan masih mencari pekerja," kata Country Manager Jobstreet Indonesia Faridah Lim.

3. Jumlah Pelamar Kerja Meningkat

Terjadi peningkatan pelamar kerja yang cukup signifikan selama pandemi Covid-18. Peningkatan itu terjadi bahkan hingga dua kali lipat. Hal tersebut tidak lepas disebabkan oleh gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus terjadi selama pandemi

"Dari data kami rata-rata 1 lowongan dicari oleh 400 pencari kerja atau pelamar, selama pandemi terjadi peningkatan yang signifikan menjadi 800 pelamar per satu posisi, itu dari data rata-rata semua lamaran yang ada di Jobstreet," kata Country Manager Jobstreet Indonesia Faridah Lim.

4. Ada 300 Juta Pencari Kerja

Country Manager Jobstreet Indonesia Faridah Lim menyebut selama periode April hingga Juni 2020 tercatat ada sebanyak 300 juta lebih yang melakukan pencarian kerja. Hal ini merupakan dampak dari adanya gelombang PHK akibat tak kuat menahan tekanan ekonomi akibat Covid-19.

"Ada lebih banyak pencarian kerja di Indonesia saat ini. Periode April-Juni 2020, 300 juta lebih ini meningkat 11% dibanding tahun sebelumnya," kata Faridah.

5. Pelamar Minta Tips agar Diterima

 

Ada sebanyak 8 juta calon pekerja yang kerap mencari tips-tips sukses agar diterima di perusahaan.

"Dan juga 8 juta pencari kerja yang melakukan tips karir yang merasa tidak perlu mencari pekerjaan, kondisi saat ini mereka lebih aktif mencari pekerjaan," kata Country Manager Jobstreet Indonesia Faridah Lim.

6. 35% Pekerja Indonesia Kena PHK

 

Perusahaan yang mengalami tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19 terpaksa melakukan kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan. Akibatnya, jumlah pengangguran di Indonesia pada tahun 2020 mengalami peningkatan.

Country Manager Jobstreet Indonesia Faridah Lim mengatakan berdasarkan hasil survei pihaknya terhadap 5.131 pekerja, tercatat sebanyak 35% pekerja terkena PHK. Sementara 19% lainnya dirumahkan sementara.

"Diberhentikan secara permanen 35% dan dirumahkan 19 %. Itu data valid terjadinya PHK dari dunia usaha terhadap pekerja," kata Faridah.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini