Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Terapi Paliatif pada Kanker Anak Stadium Akhir

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 11 Oktober 2020 08:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 11 620 2291749 mengenal-terapi-paliatif-pada-kanker-anak-stadium-akhir-TZfCulE5iF.jpg Ilustrasi (Foto : cancer.org)

Kanker menjadi salah satu penyakit mematikan yang merenggut banyak nyawa manusia. Seringkali penyakit ini diketahui ketika kondisinya sudah sangat parah.

Alhasil para penyintas kanker sudah kehilangan kesempatan untuk pulih dari penyakitnya. Salah satu hal yang bisa dilakukan bagi para penyintas kanker stadium lanjut adalah menjalani terapi paliatif.

Sekadar informasi terapi paliatif adalah terapi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita penyakit berat seperti kanker. Terapi paliatif fungsinya bukan untuk menyembuhkan, melainkan mengurangi keluhan dan gejala dari penyakit yang mereka hadapi.

Kanker Anak

Dokter Anak sekaligus Ahli Hematologi Onkologi, dr. Anky Tri Rini Kusumaning Edhy mengatakan Kanker merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak ditemukan pada anak. Bahkan menurut World Health Organization (WHO) 2020 akan terjadi 50 persen peningkatan kasus kanker. Mirisnya 40 persen kanker pada anak ditemukan di stadium akhir.

“Di sinilah peran pelayanan paliatif diperlukan. Status paliatif artinya sudah di tahap akhir, setelah kanker melalui perjalanan panjang sejak didiagnosis,” terang dr. Anky, dalam Webinar ‘Paliatif pada Kanker Anak’, Sabtu 10 Oktober 2020.

Baca Juga : Kanker Darah, Warisan Tak Diharapkan Orangtua ke Anaknya

Lebih lanjut dr. Anky menjelaskan bahwa pelayanan paliatif dilakukan secara menyeluruh baik fisik maupun emosional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien menjelang akhir kehidupan.

“Saat ini paliatif sudah dikenalkan sejak awal, bahkan sejak diagnosis atau saat terapi agresif dilakukan,” tuturnya.

Peran keluarga

Layanan paliatif terdiri dari terapi fisik, psikologi, spiritual dan sosial. Namun, dr. Anky mengatakan, selain mengobati gejalanya pasien perlu mendapatkan dukungan emosi, psikologis dan hubungan efektif dengan keluarga.

“Komunikasi dengan keluarga pasien kanker anak dilakukan di awal masa atau tahap berduka. Umumnya saat diagnosis terjadi penolakan dan penyangkalan, marah, bahkan depresi. Tiap keluarga akan mengalami tahap ini namun masing-masing keluarga berbeda menyikapinya,” jelas dr. Anky.

Pasien Kanker Anak

Lebih lanjut, dr. Anky menjelaskan bahwa pihak keluarga harus paham terhadap kondisi yang dialami oleh pasien kanker. Terlebih jika kondisinya sudah semakin memburuk, maka membahagiakan pasien kanker adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan.

“Harapan dan keinginan anak kanker diupayakan dpenuhi di akhir hidupnya. Ini salah satu bentuk kebahagiaan bagi pasien dan orangtuanya,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini