Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penelitian Ungkap Virus Corona Bertahan 28 Hari di Uang Kertas

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 620 2292297 penelitian-ungkap-virus-corona-bertahan-28-hari-di-uang-kertas-2ItUqfCSVi.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

CANBERRA – Sebuah penelitian oleh ilmuwan Australia mengungkap bahwa virus corona dapat bertahan hidup di permukaan tertentu, termasuk uang kertas dan layar ponsel, selama hampir sebulan di iklim yang lebih dingin. Jangka waktu tersebut jauh lebih lama dari yang diperkirakan pada penelitian sebelumnya.

Penelitian oleh Organisasi Riset Ilmiah dan Industri Persemakmuran Australia (CSIRO) yang diterbitkan oleh Virology Journal itu menunjukkan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 dapat bertahan selama 28 hari pada suhu kamar (sekira 20C) di permukaan tidak berpori termasuk kertas, uang kertas, kaca, dan baja. Tes laboratorium sebelumnya menemukan bahwa virus tersebut hanya bertahan dua sampai tiga hari di uang kertas dan kaca, dan hingga enam hari di plastik dan stainless steel.

BACA JUGA: Virus Corona Mampu Bertahan 20 Tahun dalam Minus 20 Derajat

Sebagai perbandingan, virus flu biasa dapat bertahan selama 17 hari pada kondisi serupa.

“Menentukan berapa lama virus benar-benar bertahan di permukaan memungkinkan kami memprediksi dan mengurangi penyebarannya dengan lebih akurat, dan melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam melindungi orang-orang kami,” kata kepala eksekutif CSIRO, Dr. Larry Marshall sebagaimana dilansir RT.

Meski begitu, perlu dicatat bahwa percobaan CSIRO dilakukan dalam kegelapan, karena sinar UV sangat efektif membunuh virus corona.

Temperatur yang lebih tinggi secara signifikan kurang nyaman bagi virus. Pada 40C, SARS-CoV-2 mampu bertahan kurang dari 24 jam. Pada suhu 30C, virus itu menunjukkan hasil yang cukup beragam, bertahan selama tujuh hari pada baja tahan karat, kertas plastik dan kaca, tetapi hanya tiga hari pada kain vinil dan katun. Di atas kertas, virus menular itu masih terdeteksi setelah 21 hari dalam kondisi tersebut.

BACA JUGA: Virus Corona Bisa Bertahan Selama 8 Jam di Udara

“Persistensi SARS-CoV-2 yang ditunjukkan dalam studi ini berkaitan dengan sektor kesehatan dan transportasi masyarakat. Data ini harus dipertimbangkan dalam strategi yang dirancang untuk mengurangi risiko penularan fomite selama respons pandemi saat ini,” demikian disimpulkan studi itu.

Temuan semacam itu menunjukkan bahwa musim dingin yang akan datang di belahan bumi utara akan memberikan kondisi yang lebih nyaman bagi virus. Berita itu tentu saja bagus untuk Australia sendiri, karena negara ini sedang menuju musim panas.

Secara global, penghitungan virus korona telah melampaui angka 37 juta, sementara hampir 1,1 juta orang meninggal karena penyakit tersebut, angka terbaru oleh Universitas Johns Hopkins menunjukkan. Amerika Serikat (AS), India, dan Brasil tetap menjadi negara yang terkena dampak paling parah, terhitung lebih dari setengah dari semua kasus global.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini