Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Berstatus Merah, Bogor Kembali Jadi Zona Oranye Covid-19

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 620 2293011 sempat-berstatus-merah-bogor-kembali-jadi-zona-oranye-covid-19-jui7RcNvE2.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19. Foto: Putra Ramadhani-Okezone

BOGOR - Lepas dari zona merah, Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan wilayahnya kembali berstatus zona oranye atau zona risiko sedang penularan Covid-19.

"Per hari ini Kota Bogor dinyatakan kembali ke zona oranye. Ada dua perbaikan di sini, pertama adalah recovery rate atau kasus kesembuhan yang membaik. Sebanyak 30 persen lebih baik dari pada minggu lalu," ujarnya pada Selasa (13/10/2020).

Data tren kesembuhan di Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukan jumlah kasus sembuh sejak September hingga hari ini terus meningkat. Bayangkan saja saat ini tercatat 67,3 persen atau lebih tinggi 4,75 persen dibanding persentase kesembuhan di tingkat Provinsi Jawa Barat yang hanya 62,55 persen.

Sementara jumlah kasus sembuh minggu ini adalah 133 kasus atau meningkat 30 persen dari pekan sebelumnya.

Perbaikan juga terjadi pada indikator bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di tempat isolasi di Kota Bogor.

"Karena OTG diprioritaskan untuk dikirim ke tempat isolasi di Lido, BOR kita yang tadinya 60 persen, per hari ini angkanya di 51 persen," jelasnya.

Baca Juga: Bupati Bogor Pastikan 1,2 Juta Warganya Bakal Divaksin Corona

Catatan Dinkes Kota Bogor, kapasitas ruang isolasi dan ICU khusus Covid-19 di Kota Bogor terus ditingkatkan untuk mengantisipasi peningkatan kasus aktif yang membutuhkan perawatan intensif.

Jumlah tempat tidur isolasi per 11 Oktober 2020 mencapai 371 unit dengan ICU 14 unit di 21 rumah sakit rujukan Covid-19.

Keterisian tempat tidur isolasi Covid-19 per 11 Oktober 2020 sebesar 51 persen, dan tempat tidur ICU sebesar 64 persen. Sementara di pusat isolasi BNN Lido dengan kapasitas 100 tempat tidur, terisi 33 (33 persen).

Baca Juga: Tingkat Keterisian Ruang Isolasi di RS Rujukan Covid-19 Jabar Menurun

Rinciannya, pasien asal Kota Bogor sebanyak 88 orang (44,7 persen), pasien asal Kabupaten Bogor 83 orang (42,1 persen) dan pasien asal kota lain 26 orang (13,2 persen).

"Kami melihat trennya masih sama, klaster terbesar adalah klaster keluarga. Namun apabila di dalami, klaster keluarga itu terpapar karena dua hal, yakni dari tempat kerja, kedua dari luar kota. Sedangkan penularan agak minim terjadi di rumah makan dan restoran. Forkopimda sepakat untuk menguatkan pengawasan di perkantoran," jelas Bima.

Dengan kembalinya Kota Bogor ke zona oranye, Pemkot Bogor pun kembali menyesuaikan kebijakan, khususnya untuk sektor ekonomi. "Ada beberapa kebijakan ke depan yang disesuaikan. Pertama Forkopimda sepakat untuk menyesuaikan kembali jam operasional untuk rumah makan, restoran dan unit ekonomi menjadi jam 9 malam dan di atas itu diperbolehkan untuk layanan antar," pungkas Bima.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini