Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jurus Jitu Pemprov DKI jika Ada Kasus Covid-19 saat PSBB Transisi

Bima Setiyadi, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 620 2293013 jurus-jitu-pemprov-dki-jika-ada-kasus-covid-19-saat-psbb-transisi-8ft0wFtxf0.jpg ilustrasi: shutterstock

JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mengantisipasi kemungkinan adanya kluster penyebaran Covid-19 dengan diberlakukannya PSBB transisi. Seluruh warga dan pengelola kegiatan diharapkan memberikan informasi agar Pemprov DKI dapat melakukan penanganan secara cepat.

(Baca juga: Update Corona di Indonesia 13 Oktober 2020: Positif 340.622 Orang, Sembuh 263.296 & Meninggal 12.027)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, dalam PSBB transisi yang berlaku hingga 25 Oktober memang membuka semua kegiatan dengan batasan maksimal dan protokol kesehatan Covid-19.

Menurutnya, untuk menghilangkan kekhawatiran terjadinya penyebaran Covid-19 pada masa PSBB transisi, DKI sudah mengantisipasi hal tersebut.

(Baca juga: Hanya 1 Provinsi yang Laporkan Nihil Kasus Baru Covid-19 Hari Ini)

Misalnya saja untuk klaster keluarga. Kata Ariza, setiap Kepala Keluarga (KK) menunjuk satu anggota keluarganya menjadi kader Covid-19 yang bertugas memastikan seluruh anggota keluarga menjalankan disiplin protokol kesehatan Covid-19 dan terus berkordinasi dengan pimpinan RT RW setempat.

"RT RW dan lurah saling mengisi dan melengkapi terus peduli sesama warga sekitarnya dan terus memberikan informasi kondisi warga agar bisa diteruskan ke instansi terkait apabila terjadi penularan," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/10/2020). Kemudian juga di sejumlah kegiatan yang beroperasi pada masa PSBB transisi ini. Ariza meminta Seluruh pengelola kegiatan mendata pengunjung yang memasuki unit tersebut, mulai dari nama, nomor identitas kependudukan hingga nomor teleponnya.

"Semua itu kita lakukan untuk bisa mempermudahan untuk berintekrasi untuk mempercepat pencegahan dan penangan apabila ditemukan yang terpapar virus corona," pungkasnya.

 

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini