Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Andrea Pirlo Kerasan Latih Juventus

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 07:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 620 2294465 andrea-pirlo-kerasan-latih-juventus-PLmUqLlGRa.jpg Andrea Pirlo (Foto: Twitter/@Pirlo_official)

TURIN – Adaptasi Andrea Pirlo di Juventus sejak ditunjuk menjadi Pelatih berjalan lancar. Hal itu wajar karena Pirlo pernah menjadi pemain La Vecchia Signora –julukan Juventus– pada 2011-2015.

Pirlo bisa dikategorikan sebagai salah satu legenda Juventus. Ia adalah bagian dari skuad Juventus yang mengawali dominasi La Vecchia Signora di Liga Italia. Pirlo adalah jenderal lapangan tengah Juventus saat meraih empat trofi Liga Italia beruntun.

Andrea Pirlo (Foto: Laman resmi Juventus)

Pirlo kemudian pindah ke New York City sebelum akhirnya pensiun pada 1 Januari 2018. Setelah pensiun, Pirlo meniti karier sebagai pelatih, tetapi ia baru mendapatkan pekerjaan saat ditunjuk Juventus untuk melatih tim U-23.

Kurang-lebih sebulan setelah itu, Pirlo langsung naik pangkat dengan melatih tim senior Juventus. Ia ditunjuk tidak lama setelah La Vecchia Signora memecat Maurizio Sarri. Juventus memutuskan hubungan kerja dengan Sarri setelah kegagalan di Liga Champions musim lalu.

BACA JUGA: Syarat agar Cristiano Ronaldo Bisa Tampil saat Juventus Lawan Barcelona

Penunjukkan itu mengejutkan banyak orang karena Pirlo minim pengalaman melatih. Juventus adalah tim profesional pertama yang dilatih Pirlo. Ada tantangan besar menanti Pirlo pada musim ini tetapi ia siap menghadapinya karena telah mengenal seluk-beluk Bianconeri.

“Saya segera menemukan diri saya nyaman (di Juventus). Saya kenal semua orang yang bekerja di sini. Itu pasti sangat membantu,” ujar Pirlo, menyadur dari Football Italia, Jumat (16/10/2020).

Menjuarai Liga Champions jadi target utama Juventus pada musim ini, selain merajai kompetisi domestik Italia. Juventus selalu kesulitan untuk mengangkat trofi The Big Ears –julukan trofi Liga Champions. Juventus terakhir kali menjadi juara Liga Champions pada musim 1995-1996.

Nasib Juventus begitu miris karena La Vecchia Signora beberapa kali mencapai final setelah juara, tetapi selalu berakhir dengan kekalahan. Juventus gagal di final Liga Champions 1996-1997, 1997-1998, 2002-2003, 2014-2015, dan 2016-2017.

BACA JUGA: Agnelli: Semua Orang Mau Juventus-nya Pirlo Kalah

Juventus sangat berhasrat untuk memutus kutukan di Liga Champions. Akan tetapi, hasrat itu belum tersalurkan hingga sekarang. Pirlo akan mendapatkan tanggung jawab untuk membawa Juventus berjaya di Liga Champions serta kompetisi domestik Italia.

Itu merupakan tugas berat untuk Pirlo karena beberapa pelatih berpengalaman telah mencobanya dan berakhir dengan kegagalan. Ia butuh bantuan dari seluruh elemen di Juventus agar target besar musim ini, yakni menyapu bersih semua trofi bisa tercapai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini