Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Fakta Molornya Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 18 620 2295558 6-fakta-molornya-tol-kelapa-gading-pulo-gebang-zCOqEaTn9Y.jpg Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengerjakan pembangunan Jalan Tol Layang Dalam Kota Kelapa Gading-Pulo Gebang.

Namun, pembangunan yang dimulai 2017 itu molor dari target yang seharusnya selesai pada tahun lalu.

Terkait hal itu, Okezone sudah merangkum beberapa fakta, Jakarta, Senin (19/10/2020).

1. Ditargetkan Selesai Juni 2021

Kementerian PUPR menargetkan pembangunan Jalan Tol Layang Dalam Kota Kelapa Gading-Pulo Gebang pada Juni 2021.

2. Pekerjaan Baru Mencapai 71%

Ruas Tol Kelapa Gading – Pulo Gebang pembangunannya dimulai sejak Februari 2017 kini progresnya mencapai 71% dengan sisa pekerjaan struktur pilar sebesar 90 buah pilar dari total 384 buah pilar.

Baca Juga: Bos BI Cermati Dampak Covid-19 ke Ekonomi Tiap Hari 

3. Alasan Pengerjaan Jadi Molor

 

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja menyebut ada beberapa kendala yang meenyebabkan penyelesaian pembangunan tol itu selesai di 2021. Seperti pembebasan lahan tambahan, relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT-150 kV), dan utilitas-utilitas lainnya.

Kemudian, lanjut dia, ada pipa gas, pipa air bersih, saluran kabel tegangan menengah, dan saluran sistribusi/ jaringan tegangan rendah. Beberapa utilitas dimaksud berada pada lahan yang belum bebas tersebut.

"Pembebasan lahan yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR sejak tahun 2017 dapat diselesaikan 100% pada bulan September 2019. Sedangkan untuk pembersihan lapangan dan pembongkaran bangunan ditargetkan selesai pada akhir bulan Oktober 2020," kata Endra beberapa waktu lalu.

 Pengerjaan Jalan Tol Ruas Serpong-Cinere di Tengah Pemberlakuan PSBB

4. Harus Menyesuaikan dengan Kondisi Lalu Lintas

Pelaksanaan konstruksi ruas tol Kelapa Gading - Pulo Gebang juga harus menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang padat dan prinsip kehati-hatian yang tinggi karena berada di tengah bangunan gedung yang padat dengan waktu kerja yang relatif sempit.

"Kami pun ingin memastikan keberlanjutan kegiatan usaha di sepanjang koridor tol," kata Endra.

5. PSBB Juga Jadi Kendala

 

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal Maret 2020 serta diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta turut mempengaruhi kecepatan pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan, dimana kontraktor bekerja dengan sumber daya manusia yang dibatasi untuk memenuhi prinsip physical dan social distancing, baik di lapangan maupun di mess pekerja.

6. Sinergi Semua Pihak 

 Atas keterlambatan rencana penyelesaian jalan tol tersebut yang menimbulkan ketidaknyamanan dan gangguan aktifitas masyarakat di sekitar kawasan Kelapa Gading hingga Pulo Gebang, Kementerian PUPR beserta PT Jakarta Tollroad Development (JTD) mengajak semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini