Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pandemi Covid-19, Jangan Lupakan Bahaya Penyakit Tidak Menular

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 18 Oktober 2020 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 18 620 2295629 pandemi-covid-19-jangan-lupakan-bahaya-penyakit-tidak-menular-fo6IeJhHUy.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT Tidak Menular (PTM) masih menjadi situasi yang harus diperhatikan selama pandemi virus corona Covid-19. Penyakit kardiovaskular, kanker, pernapasan kronis, diabetes, dan gangguan mental termasuk dalam PTM.

Saat ini PTM telah mengakibatkan lebih dari 70% kematian di dunia. Selain itu kondisi ini juga menimbulkan beban finansial dan sosial yang sangat besar di berbagai negara. Di Indonesia, penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2016, dilaporkan bahwa angka kematian di Indonesia sebesar 1.863.000 jiwa, di mana 35% dari angka tersebut disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Dengan terjadinya pandemi Covid-19, bukan tidak mungkin kondisi ini dapat semakin bertambah parah.

Dewan Penasihat & Dewan Etik Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Dr. dr. Anwar Santoso, SpJP(K) mengatakan selain menjalankan protokol kesehatan Covid-19, masyarakat juga tetap memperhatikan upaya optimalisasi pencegahan dan pelayanan pengobatan PTM.

“Meskipun tersedia banyak pengobatan yang efektif, PTM seperti penyakit kardiovaskular terus menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia,” terang dr. Anwar, dalam Pfizer Media Health Forum ‘Pentingnya Mengoptimalkan Pencegahan dan Pelayanan Pengobatan Penyakit Tidak Menular di Masa Pandemi’.

Lebih lanjut dr. Anwar mengatakan, situasi PTM di Indonesia diperparah dengan adanya pandemi Covid-19. Pandemi telah mengganggu upaya pencegahan dan pelayanan pengobatan PTM di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Oleh sebab itu, perlu ada upaya untuk terus melanjutkan penyediaan layanan kesehatan esensial dan peningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan PTM, khususnya penyakit kardiovaskular.

“Jurnal Risk Management and Healthcare Policy ini merekomendasikan penerapan metode skrining dan pengintegrasian pelayanan kesehatan secara komprehensif dalam mencegah PTM. Oleh karena itu, penerapan kebijakan, penanganan kesenjangan dalam praktik klinis, dan pemberdayaan masyarakat harus diprioritaskan,” lanjutnya.

Tak hanya itu, keterlibatan pasien, keluarga, dan masyarakat sekitar juga berperan penting dalam mencapai kesinambungan dan keberhasilan perawatan PTM. Sistem kesehatan di seluruh dunia menghadapi tantangan berupa peningkatan kebutuhan akan pelayanan kesehatan bagi orang-orang dengan PTM dan diperparah dengan adanya COVID-19.

Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif. Sebab akses yang terbatas, seperti tertundanya diagnosis yang berakibat pada peningkatan stadium penyakit, terganggunya proses terapi seperti pengobatan, rehabilitasi, perawatan paliatif, dan peningkatan faktor-faktor risiko perilaku seperti fisik kurang aktif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini