Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setahun Jokowi-Ma'ruf Amin, Angka Kesembuhan Covid-19 Indonesia Naik

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 620 2296438 setahun-jokowi-ma-ruf-amin-angka-kesembuhan-covid-19-indonesia-naik-DneAwXqjuN.jpg Angka kesembuhan Covid-19 meningkat (Foto : YouTube/Sekretariat Presiden)

Hari ini, 20 Oktober 2020, adalah setahun pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dalam masa jabatan ini, isu Covid-19 jadi sorotan utama.

Bukan hanya menyoal penanganan Covid-19, tetapi pemerintah dalam hal ini DPR RI pun menyikapi soal terdampaknya ekonomi bangsa karena pandemi yang belum usai. Hal ini bahkan dinilai sebagai cobaan yang sangat berat.

"Dalam kurun waktu setahun ini, pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin penuh dengan cobaan yang sangat berat. Tidak hanya Covid-19, kelahiran Ombibus Law berupa UU Cipta Kerja juga menuai kontroversi mendalam yang menyita energi," kata Rahmad Handoyo, Anggota Komisi IX DPR RI, dalam siaran pers, Selasa (20/10/2020).

Penderitaan karena Covid-19 sejatinya bukan hanya dihadapi Indonesia, melainkan dunia. Ya, pandemi ini menjadi wabah dunia yang merugikan banyak sektor secara global.

Karena pandemi juga, diketahui bahwa 55 persen masyarakat Indonesia menganggap kondisi ekonomi buruk sejak Mei 2020 atau saat pandemi mulai menggerogoti Tanah Air. Tapi, ia menegaskan sekali lagi bahwa situasi ini bukan Indonesia saja yang merasakan.

"Situasi tidak mengenakan akibat Covid-19 ini tidak semata dihadapi pemerintahan Jokowi, tapi seluruh pemerintahan di dunia ikut terguncang akibat pandemi," katanya.

New Normal

Ia menegaskan, tidak ada satu negara pun yang tak terdampak pandemi Covid-19. Jadi, seluruh dunia termasuk Indonesia akan menurun perekonomiannya, bahkan mengalami resesi. "Kenyataan ini tak bisa dipungkiri," terang politisi PDI-Perjuangan itu.

Baca Juga : Cara Hentikan Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta, PSBB Transisi Efektif?

Dalam situasi ini, ia menyarankan agar semua pihak mengambil hikmahnya yaitu pandemi harus jadi momentum untuk tetap bersatu, bergotong royong dalam mengatas persoalan ini.

Terkait dengan penanganan Covid-19 yang sudah berlangsung delapan bulan, Rahmad menjelaskan bahwa pemerintah sudah bekerja cukup baik. Itu dilihat dari angka kesembuhan Covid-19 yang terus meningkat, bahkan di atas rata-rata dunia.

"Jokowi sudah berusaha keras menggelontorkan ratusan triliun rupiah untuk penanggulangan sosial, penanggulangan pandemi, baik kesehatan maupun ekonominya. Saya kira parlemen harus ikut mengawasi," ungkapnya.

Ya, bicara soal data kesembuhan Covid-19, Data Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa angka kesembuhan Covid-19 di Indonesia naik jadi 77,3 persen, lebih tinggi dari rata-rata dunia yaitu 75,1 persen. Per 19 Oktober 2020, jumlah pasien sembuh Covid-19 tercatat 289.243 orang.

Untuk daerah dengan persentase kesembuhan tertinggi berada di Maluku Utara (89,23%), Gorontalo (88,63%), Kalimantan Utara (88,06%), Kalimantan Selatan (87,12%) dan Jawa Timur (86,18%).

Tidak hanya itu, angka kasus aktif di Indonesia pun di bawah rata-rata dunia. Ya, data terkini, (Senin, 19 Oktober 2020), mengungkapkan bahwa kasus aktif Covid-19 di Indonesia itu 65.299 kasus atau 19,2 persen, di bawah rerata dunia yaitu 21,9 persen. Ini tentu menjadi napas segar keberhasilan penanganan pandemi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, pekan ini angka kesembuhan mengalami peningkatan yaitu 4,4 persen. "Kami mengapresiasi provinsi yang terus meningkatkan kesembuhannya," ungkapnya dalam keterangan pers.

Prof Wiku

Secara perkembangan mingguan, Wiku mengkonfirmasi ada 5 provinsi tertinggi mengalami kenaikan kesembuhan. Di antaranya Jawa Barat naik 2.055 (1.276 -> 3.331), Sumatera Barat naik 466 (756 -> 1.222), Kepulauan Riau naik 379 (167 -> 546), Jawa Tengah naik 324 (1.435 -> 1.759) dan Kalimantan Timur naik 190 (1.021 -> 1.221).

Ia pun berharap agar pemerintah provinsi yang memiliki angka kesembuhan tinggi terus mempertahankan dan meningkatkan angka kesembuhan. Bagi provinsi yang angka kesembuhannya masih kecil, diharapkan bisa mencapai angka kesembuhan tertinggi. "Dengan begitu, dapat meningkatkan angka kesembuhan secara nasional," tambahnya.

Perkembangan Kasus kematian Covid-19 pada minggu ini terus menurun menjadi 9,9% dari pekan sebelumnya. Namun pada pekan ini perhatian ditujukan pada 5 provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi yakni DKI Jakarta (65), Jawa Tengah (7), Kepulauan Riau (4), Kalimantan Tengah (3) dan Sulawesi Tengah (2).

"Tingkatkan kualitas pelayanan perawatan Covid-19 di rumah sakit, perbanyak rumah sakit darurat jika diperlukan. Lakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan dan Satuan Tugas apabila memerlukan bantuan," lanjutnya.

Meski demikian, Perkembangan kasus positif Covid-19 secara mingguan terjadi kenaikan kasus sebesar 5,9%. Pekan ini 5 provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi Jawa Tengah (499), Jawa Barat (383), Papua Barat (314), Sulawesi Selatan (277) dan Sulawesi Tenggara (204). "Perlu perhatian khusus pada 5 provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi pada pekan ini," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini