Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Epidemiolog UI : Corona Baru Terkendali Awal 2022

Binti Mufarida, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 620 2298482 epidemiolog-ui-corona-baru-terkendali-awal-2022-hSGtESqsxu.jfif Ilustrasi virus corona. (Foto : Shutterstock)

JAKARTA – Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Iwan Ariawan mengatakan, pandemi Covid-19 akan terkendali pada awal 2022. Hal ini akan terjadi jika intervensi pemerintah untuk melakukan masif testing, pelacakan kasus, isolasi, serta disiplin protokol kesehatan oleh masyarakat tidak dilaksanakan dengan ketat.

Perhitungan ini berdasarkan dari pemodelan kurva yang dibuat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) berdasarkan tanggal onset atau tanggal terjadinya gejala dari laporan kasus Covid-19.

“Kami lakukan model kasus baru Covid-19 di Indonesia secara nasional. Jadi kalau kita seperti sekarang ini, itu kita akan mengikuti kurva yang abu-abu yang tengah. Kalau kita lihat sekarang waktunya di bawah di sumbu x, itu artinya sampai 2021, sampai 2021 itu kita masih mesti hidup bersama dengan Covid-19 ini, dia belum terkendali. Kalau menurut model ini wabah ini akan mulai terkendali menjelang akhir 2021 dan di awal 2022. Itu yang abu-abu,” ucap Iwan dalam Webinar Pembahasan Proyeksi Kasus Covid-19 & Evaluasi PSBB, Jumat (23/10/2020).

Pemodelan kasus corona (tangkapan layar)

Namun, kata Iwan, jika pemerintah melakukan testing yang massif, pelacakan kasus, isolasi, serta disiplin protokol kesehatan oleh masyarakat tidak dilaksanakan dengan ketat, hal itu tidak akan terjadi. “Kalau kita lakukan intervensi lebih baik artinya cakupan tes, lacak, isolasinya lebih tinggi kemudian cakupan protokol kesehatannya lebih tinggi kita bisa mengalami yang hijau,” katanya.

“Nah kalau yang hijau, memang betul selesainya sih mungkin sama saja di 2021. Cuma puncaknya lebih rendah. Kalau puncaknya lebih rendah berarti kasus lebih sedikit, kasus berat lebih sedikit, kasus kematian lebih sedikit, beban pelayanan kesehatan juga lebih sedikit,” tutur Iwan.

Iwan pun menegaskan jika masyarakat kembali hidup seperti sebelum ada Covid-19, puncak kurva kasus akan lebih tinggi lagi.

“Kalau kita abai, kita kembali mencoba hidup seperti sebelum ada Covid-19 ini, ya kita akan mengalami yang merah. Puncaknya akan jauh lebih tinggi, kalau yang merah itu fasilitas kesehatan kita tidak akan sanggup untuk menampung beban pasien Covid-19 yang perlu perawatan yang berat dan perlu ventilator,” tuturnya.

Iwan juga meminta semua pihak agar membuat rencana jangka panjang hingga 2022 untuk menangani Covid-19.

Baca Juga : 13.077 Orang di Indonesia Meninggal Dunia Akibat Covid-19

“Jadi seperti ini modelnya. Jadi kita harus mengusahakan kita bisa mengikuti yang hijau. Kita mesti tahu, kita masih lama, baru kita bisa menyelesaikan wabah ini. Sehingga artinya kita harus membuat rencana jangka panjang. Bukan jangka pendek, jangka panjang sampai 2022 untuk menangani Covid-19 ini,” tuturnya.

Baca Juga : Bertambah 4.369, Berikut Sebaran Penambahan Kasus Corona di 34 Provinsi

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini