Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemiskinan dan Pengangguran Meningkat saat Resesi, Begini Faktanya

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 25 Oktober 2020 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 620 2298903 kemiskinan-dan-pengangguran-meningkat-saat-resesi-begini-faktanya-w3lEFnl2Uj.jpg Kemiskinan (Okezone)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia membuat perekonomian Tanah Air berjalan lamban dan bakal masuk ke jurang resesi pada kuartal III-2020. Salah satu dampaknya, yaitu terjadi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karywan di berbagai daerah hingga meningkatkan angka kemiskinan.

Terkait hal itu, Okezone sudah merangkum beberapa fakta menarik, Jakarta, Minggu (25/10/2020).

 Bac juga: Indonesia Resesi, Kemiskinan hingga Pengangguran Melonjak

1.Akan Ada 7 Juta Pengangguran

Saat ini ada sekitar 7 juta pengangguran di Indonesia. Ditambah akibat pandemi covid-19, jumlahnya akan bertambah sekitar 5 hingga 6 juta pengangguran yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Kita ketahui bersama pengangguran terbuka 7 juta dan diperkirakan akan menambah sampai 5 juta sampi 6 juta akibat covid-19 ini sehingga total menjadi 13 juta,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani, beberapa waktu lalu.

 Baca juga; Mengerikan, 38 Juta Penduduk Asia Timur-Pasifik Akan Jatuh Miskin akibat Covid-19

2. 15 Sektor Industri Mengalami Kontraksi

Sektor industri juga terkena imbas terlihat dari 15 sektor industri yang mengalami kontraksi. Meskipun beberapa bidang seperti pertanjan masih mengalami pertumbuhan.

“Kita lihat juga di industri rata-rata mengalami penurunan atau kontraksi dari 15 sektor industri semua mengalami kontraksi. Walaupun di bidang yang paling besar seperti pertanian masih mengalami pertumbuhan relatif masih sangat kecil,” Kata Rosan.

3. Wapres Minta Santri dan Pesantren Tekan Angka Kemiskinan

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut dalam pemulihan ekonomi diperlukan semangat untuk bisa terus produktif dan berpikir kreatif dan inovatif. Selain itu, juga diperlukan upaya gotong royong atau sinergi untuk sama-sama bisa memulihkan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi.

Tak terkecuali juga peran pesantren dan juga santri. Dirinya berharap peran aktif keduanya demi kemajuan bangsa dan menekan angka kemiskinan.

“Saya mendorong santri dan pesantren turut berkontribusi aktif demi kemajuan bangsa, menekan angka kemiskinan di masyarakat dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

4. Peran Santri dan Juga Pesantren Memiliki Potensi yang Besar

Berdasarkan data Kementerian Agama, saat ini terdapat 18.49 juta santri dari 28.194 pondok pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan jumlah yang besar tersebut, maka santri dan pesantren memiliki potensi yang baik untuk menyejahterakan umat dan masyarakat sekelilingnya baik dalam bidang sosial maupun ekonomi.

“Jumlah yang sangat besar dan merupakan sebuah potensi yang perlu dikembangkan dalam mengembangkan ekonomi umat. Hal ini sejalan dengan harapan saya agar pesantren tidak hanya sebagai pusat pencetak ulama, tetapi juga harus mampu menjadi pusat pemberdayaan ekonomi,” kata Ma’ruf.

5. Pesantren Harus Berkolaborasi dengan Pelaku Industri

Ma’ruf juga beraharap agar para santri dan pesantren ini bisa lebih banyak berkolaborasi dengan pelaku industi besar. Sehingga kesejahteraan bagi umat dan masyarakat bisa terwujud

“Saya mendorong ke depan agar lebih banyak kolaborasi yang lahir antar santripreneur, maupun bekerja sama dengan pelaku industri besar sehingga membawa kesejahteraan bagi umat,” kata Wapres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini