Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Fakta Menarik PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang, Ekonomi Berdenyut

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 02 November 2020 07:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 01 620 2302411 5-fakta-menarik-psbb-transisi-jakarta-diperpanjang-ekonomi-berdenyut-ZiKdxbjUKr.jpg PSBB (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Adapun kebijakan PSBB transisi ini berlangsung dari 26 Oktober hingga 8 November 2020.

Kebijakan perpanjangan ini pun disambut gembira oleh para pengusaha. Karena para pengusaha bisa kembali beraktivitas dan menjalankan bisnisnya di saat usahanya sedang terpukul akibat pandemi covid-19.

Berikut beberapa fakta menarik terkait dampak PSBB transisi di Jakarta. Okezone pun merangkumnya, Senin (2/11/2020)

1. Pengusaha Mal Dukung Kebijakan Pemerintah

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, pihaknya mendukung keputusan perpanjangan PSBB transisi. Sebab hanya melalui PSBB perekonomian dapat berjalan efektif di tengah pandemi.

“Pusat perbelanjaan akan mendukung keputusan yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena saat ini PSBB transisi masih menjadi opsi yang memungkinkan agar supaya roda perekonomian dapat tetap bergerak," kata Alphonzus

2. Pengunjung Mal Sudah Meningkat hingga 40%

Selama PSBB transisi sudah berjalan dua minggu terjadi tren yang positif terhadap tingkat kunjungan masyarakat ke mal. Terhitung ada peningkatan sebanyak 30 hingga 40% pengunjung.

3. Belum Mampu Perbaiki Ekonomi

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi diperpanjang hingga 8 November 2020. Namun, kebijakan itu dinilai belum mampu memperbaiki perekonomian lantaran kasus baru Covid-19 terhitung masih tinggi.

Berdasarkan data dari Google Mobility per 18 oktober 2020, pergerakan masyarakat ke tempat perbelanjaan alami penurunan minus 38%. Sementara ke perkantoran minus 15%.

4. Perjudian Perlonggaran PSBB

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan,kalau PSBB diperlonggar sementara kasus positif di DKI Jakarta per 24 Oktober 2020 masih 1.092 kasus harian atau hampir sama dengan jumlah kasus harian per 31 Agustus 2020. Dengan demikian dibutuhkan sebuah penanganan Covid-19 yang lebih serius.

Dia meminta sebaiknya Pemprov DKI untuk meningkatkan serapan stimulus kesehatan dan bantuan sosial kepada masyarakat. Sehingga, penurunan daya beli bisa ditahan.

"Bisa dikatakan situasinya masih perlu penanganan ekstra atau rem darurat," ujarnya.

5. Pengusaha Justru Sebut PSBB Transisi Bisa Buat Ekonomi Kembali Bergairah

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan pihaknya mendukung kebijakan Gubernur Anies Baswedan yang memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi kembali diperpanjang 14 hari.

Menurut dia, itu dapat meningkatkan perekonomian di Ibu Kota yang tengah lesu akibat pandemi Covid-19.

Meski begitu, pihaknya akan siap mengikuti segala keputusan yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, dirinya tetap berharap agar Jakarta tak kembali menerapkan PSBB pengetatan.

"Namun semuanya kembali ke pemprov DKI Jakarta, kalau dari sisi pengusaha sudah pasti hati kecilnya agar PSBB dapat diperlonggar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini